Wabah Virus Corona

Pemerintah Siapkan Rp 298,5 Miliar Untuk Stimulus Ekonomi Industri Pariwisata

Pemerintah akan lakukan stimulus ekonomi untuk sektor wisata akibat wabah virus corona.

Pemerintah Siapkan Rp 298,5 Miliar Untuk Stimulus Ekonomi Industri Pariwisata
Warta Kota/Alex Suban
Menteri keuangan Sri Mulyani memberi pernyataan kepada wartawan setelah bertemu presiden di Istana Negara, Senin (19/2/2018). Sri Mulyani menyesalkan rusaknya Stadion Utama Gelora Bung Karno karena arena itu telah direnovasi dengan dana pajak masyarakat. 

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa Pemerintah akan melakukan stimulus ekonomi untuk menyikap dampak wabah virus corona, yang mempengaruhi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Sektor pariwisata menjadi perhatian utama, karena paling terpukul akibat situasi virus bernama Covid-19 tersebut.

Menurut Sri Mulyani, dalam siaran persnya, wabah Covid-19 itu menyebabkan turis dari Tiongkok membatalkan perjalanan ke Indonesia. Katanya jumlahnya kurang lebih 2 juta wisatawan.

"Sebagai kompensasi Pemerintah akan memberikan insentif bagi penerbangan dan agen perjalanan yang dapat mendatangkan wisatawan manca negara ke Indonesia," ujar Sri Mulyani.

Pemerintah, katanya, akan memberikan tambahan anggaran Rp 298,5 miliar untuk insentif tersebut. Dana itu bisa digunakan untuk subsidi harga sehingga terjangkau oleh masyarakat.

"Bagi wisatawan dalam negeri, akan diberikan diskon tiket penerbangan sebesar 30 persen dari 25 persen seat penerbangan menuju 10 derah wisata yang terdampak penurunan wisatawan," ujar Sri Mulyani dalam siaran pers.

Sementara industri hotel dan restoran di 10 daerah wisata, meliputi 33 kabupaten dan kota, akan mendapat pembebasan pajak dari pemerintah daerah selama 6 bulan.

"Penerimaan pemerintah daerah dari pajak tersebut akan dikompensasi oleh pemerintah pusat dengan total Rp 3,3 triliun," ujar Sri Mulyani.

Dana yang akan digunakan untuk stimulus itu, kata Sri Mulyani, diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tepatnya dari dana cadangan yang sudah dianggarkan.

"Dalam APBN 2020 telah tersedia dana cadangan yang disiapkan untuk kejadian yang tidak terduga. Dana itulah yang dimanfaatkan pemerintah untuk mendorong perekonomian di saat terjadi penurunan ekonomi dunia," katanya.

"Itulah salah satu fungsi APBN, sebagai alat untuk stabilisasi yang disebut sebagai kebijakan countercyclical, di mana saat terjadi kelesuan ekonomi, pemerintah memberikan stimulus agar roda perekonomian terus bergerak," imbuh Sri Mulyani.

Menurut mantan Managing Director World Bank ini, perekonomian Indonesia mau tidak mau terpengaruh oleh perekonomian Tiongkok.

Pasalnya, Tiongkok merupakan negara terbesar dalam perekonomian dunia, dengan kontribusi 17 persen terhadap ekonomi dunia.

Maka, lanjunya, jika ekonomi negara tersebut turun ke 1 persen, maka perekonomian Indonesia akan terpengaruh 0,3 - 0,6 persen. (*)

Buntut Virus Corona, Maskapai Thailand Ramai-ramai Berikan Diskon

Potensi Merugi Rp 70 Triliun Akibat Covid-19

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved