Wabah Virus Corona

Buntut Virus Corona, Maskapai Thailand Ramai-ramai Berikan Diskon

Sejumlah maskapai penerbangan di Thailand memberikan potongan harga yang sangat menarik. Hanya saja situasinya memang cukup sulit.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/AC Pingkan
Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand terlihat sepi pada awal Februari 2020. Industri penerbangan Thailand terkena dampak cukup besar dari wabah virus corona. 

Sedangkan Nok Air menawarkan perjalanan searah (one-way) mulai dari 680 bath, khusus untuk
bulan ini.

Sementara maskapai Vietjet memberi diskon sampai 50 persen untuk penerbangan ke Thailand.

Menarik kan penawaran-penawaran itu? Tapi ya gitu deh, kesempatan ini muncul akibat situasi
buruk yang sedang terjadi.

Sampai hari ini, Rabu (26/2), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) belum
mengeluarkan imbauan agar warga negara Indonesia (WNI) jangan bepergian ke Thailand.

Kemlu, melalu akun Instagram safetravel.kemlu, hanya mengingatkan bahwa Singapura, Italia, Korea
Selatan, dan Hongkong memiliki kasus Covid-19 cukup banyak. Dengan kata lain Kemlu meminta
agar WNI menghindari dulu ketiga negara tersebut.

Pasar Wisata Berlin

Program promosi Thai-TAT akan diluncurkan pada 1 Maret 2020 besok, di acara ITB Berlin 2020.

Thailand memang sudah berencana promo besar-besaran di ajang pasar pariwisata terbesar di
dunia ini, terlihat dari besarnya booth negara ini di ajang etrsebut.

Program promo Thai-TAT ini menawarkan 10.000 tiket ke Thailand dengan potongan harga 20
persen, ditambah bonus tiket pulang pergi penerbangan domestik menggunakan Thai Airways dan
Thai Smile Airways.

Smile Thai, anak perusahaan Thai Airways untuk pasar penerbangan berbiaya rendah di kawasan Asia Tenggara.
Smile Thai, anak perusahaan Thai Airways untuk pasar penerbangan berbiaya rendah di kawasan Asia Tenggara. (Warta Kota/AC Pingkan)

Program ini akan berlangsung selama 6 bulan.

"Kami akan mulai dengan 10.000 tiket dulu. Jika sambutannya baik, TAT akan bicara dengan Thai
untuk meningkatkan jumlahnya," kata Tanes Petsuwan, Wakil Direktur Komunikasi Marketing TAT
yang dikutip Bangkok Post.

Thai dan TAT sama-sama menyetor 15 juta bath Thailand (Rp 6,5 miliar) untuk biaya program
promo ini, dengan harapan akan mendatangkan devisa 500 juta bath, atau sekitar Rp 219 miliar.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved