Wabah Virus Corona

Buntut Virus Corona, Maskapai Thailand Ramai-ramai Berikan Diskon

Sejumlah maskapai penerbangan di Thailand memberikan potongan harga yang sangat menarik. Hanya saja situasinya memang cukup sulit.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/AC Pingkan
Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand terlihat sepi pada awal Februari 2020. Industri penerbangan Thailand terkena dampak cukup besar dari wabah virus corona. 

Sejumlah maskapai penerbangan di Thailand memberikan potongan harga, agar industri pariwisata
di negeri berjuluk Gajah Putih itu tetap menggeliat.

Kabar ini memang sangat menarik bagi para kaki gatal (traveller) untuk jalan-jalan ke
Thailand, dengan harga miring dari biasanya.

Kawasan komersial Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand cukup sepi pada awal Februari 2020. Wabah virus corona berdampak cukup besar bagi industri penerbangan Thailand.
Kawasan komersial Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand cukup sepi pada awal Februari 2020. Wabah virus corona berdampak cukup besar bagi industri penerbangan Thailand. (Warta Kota/AC Pingkan)

Hanya saja, diskon penerbangan itu muncul gara-gara merebaknya wabah virus corona yang
semakin menjadi-jadi.

Industri pariwisata Thailand, sebagaimana dilansir Bangkok Post, mengalami penurunan drastis
gara-gara wabah virus corona.

Virus yang kini sudah resmi bernama Covid-19 itu memang membuat menimbulkan keresahan di
mana-mana.

Apalagi kasus corona juga ditemukan di beberapa negara di luar Tiongkok, dan sudah mengambil
korban jiwa pula.

Dampak Covid-19 juga meluas, tidak hanya di sektor kesehatan tapi juga membuat perekonomian
melesu.

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang terkena pukulan paling telak dari wabah Covid-19
ini, karena banyak orang yang memutuskan menunda liburan karena takut tertular virus yang
sudah merenggut lebih dari 2.500 nyawa tersebut.

Apalagi, Tiongkok menyumbang pelancong yang jumlahnya cukup signifikan bagi negara-negara di
Asia.

Berhubung warga Tiongkok disarankan pemerintahnya tak bepergian, karena takut menularkan
Covid-19 ke negara lain, maka jumlah kunjungan wisatawan di beberapa negara langsung turun
drastis.

Ilustrasi: Seorang petugas di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) mengenakan masker pada awal Februari 2020.
Ilustrasi: Seorang petugas di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) mengenakan masker pada awal Februari 2020. (Warta Kota/AC Pingkan)

Rugi

Tourism Council of Thailand (TCT) memperkirakan kelesuan wisata ini akan berlanjut sampai 6
bulan ke depan.

Mereka sudah memiliki proyeksi kerugian akibat situasi ini, yakni sekitar 250 juta bath, atau
setara Rp 108,5 miliar

Sektor penerbangan yang paling pertama mengalami efek Covid-19, karena turunnya jumlah
penumpang.

Mau tidak mau, sejumlah maskapai mengurangi penerbangan agar tidak terjerat biaya operasional
yang besar.

Inilah yang dilakukan oleh maskapai Nok Air dan Nokscoot. Bahkan mereka sampai merumahkan 15
pilot dan 36 kru kabin untuk mengurangi biaya.

Diskon

Sementara maskapai penerbangan pelat merah Thailand, Thai Airways International (Thai)
menggandengn Tourism Authority of Thailand (TAT) dengan memberikan diskon untuk harga tiket
penerbangan domestik, bagi wisatawan asing.

Fokus ke penerbangan domestik adalah cara yang diambil maskapai di Thailand untuk bertahan
dalam situasi lesu seperti ini.

Hal serupa juga dilakukan Thai Air Asia dengan memberikan rabat 100 bath Thailand untuk semua
rute domestik, dalam periode waktu tertentu.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved