Wisata Bogor

Yuk Berkunjung ke Museum Perjoangan Bogor

Lokasi Museum Perjoangan Bogor dekat dengan Stasiun Bogor, dan angkutan umum lewat di depan museum.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Jalinka Putri
Jukikanju, senapan mesin tentara Jepang yang berhail direbut seorang pejuang dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). 

Ruangan ini memiliki bentuk memanjang, dengan lantai dilapisi keramik putih.

Tak ada jendela untuk menyinari ruangan. Maka pencahayaan mengandalkan dari lampu ruangan
yang masih berfungsi dengan baik.

Lalu di tengah ruangan terdapat tiang penyangga yang memiliki corak relief emas seperti di
pintu masuk.

Pada bagian ini ruangan terbagi menjadi dua sisi ruang pamer. Pada sisi kanan dan kirinya,
terdapat etalase kayu berkaca, yang menjadi tempat memajang semua senjata.

Ben menceritakan bahwa semua senjata itu sangatlah berarti bagi kota Bogor. Semuanya
peninggalan para pejuang.

"Semua senjata ini merupakan sisa sejarah dari para pejuang kala itu. Mereka tak hanya dari
kota Bogor, mereka bersatu dari berbagai daerah kabupaten dan desa sekitar Bogor," kata pria
berusia 71 tahun itu.

Dia juga menujukkan etalase yang menyimpan senjata bernama bambu runcing. Alat itu merupakan
senjata asli yang diciptakan oleh masyarakat.

"Ini adalah senjata asli rakyat kita selain golok atau pedang. Dengan menggunakan senjata
tradisional ini mereka melawan para penjajah dan merampas senjata canggih mereka. Maka dari
itu mereka bisa punya barang-barang peninggalan senjata senapan dan pistol," ujar pria
berkulit sawo matang tersebut.

Lalu, ditengah ruangan terdapat etalase yang memajang uang-uang.

Lantai satu Museum Perjoangan yang memamerkan berbagai senjata peninggalan para pejuang.
Lantai satu Museum Perjoangan yang memamerkan berbagai senjata peninggalan para pejuang. (Warta Kota/Jalinka Putri)

Baju dengan noda darah

Setelah selesai di lantai satu kami menuju ke lantai dua dengan menaiki tangga yang terbuat
dari kayu.

Berbeda dengan lantai satu, di lantai ini terdapat beberapa jendela sehingga ruangan ini
lebih mengandalkan sinar matahari sebagai penerangan.

Ruangan yang di dominasi oleh warna putih ini diisi beberapa etalase kayu berwarna cokelat.

Kemudian di dindingnya dihiasi oleh lukisan para pahlawan, terutama yang berjasa bagi Bogor.

Dalam etalase-etalase warna cokelat terdapat berbagai koleksi sampai diorama pertempuran di
Bogor dan sekitarnya.

Ada pula berkas-berkas penting rencana pertempuran, senjata-senjata, dan juga perlengkapan
para pejuang kala itu. Dan yang paling berkesan adalah koleksi baju-baju lusuh

"Itu bajunya pernah dipakai sama anggota palang merah pada saat bertempur. Warnanya kaya gitu
karena masih ada noda darahnya," kata Ben.

Di ujung ruangan ini terdapat panggung teater mini yang digunakan untuk memutarkan film
tentang kemerdekaan bila ada rombongan pengunjung.

Baju yang digunakan oleh PMR saat perang kemerdekaan, hingga kini masih terdapat noda darah.
Baju yang digunakan oleh PMR saat perang kemerdekaan, hingga kini masih terdapat noda darah. (Warta Kota/Jalinka Putri)

Dikelola yayasan

Meskipun di bagian depan Museum Perjoangan Bogor ada tulisan "10 November 1957", namun usia
bangunan ini sebenarnya lebih tua.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved