Wisata Bogor

Yuk Berkunjung ke Museum Perjoangan Bogor

Lokasi Museum Perjoangan Bogor dekat dengan Stasiun Bogor, dan angkutan umum lewat di depan museum.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Jalinka Putri
Jukikanju, senapan mesin tentara Jepang yang berhail direbut seorang pejuang dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). 

Setelah membayar ongkos Rp 3.500, saya masuk ke pusat perbelanjaan itu dan berjalan lurus
hingga tiba di pintu keluar.

Keluar dari PGB saya menemukan keramaian dari aktivitas warga. Ada yang sibuk berbelanja, dan
ada berbagai macam lapak pedagang kuliner, toko-toko sandang dan pangan, angkot yang berlalu
lalang dan ngetem, serta deretan ojek online yang menunggu penumpang.

Di tengah-tengah kesibukan jalan ini, tepat di seberang PGB, terdapat bangunan yang saya
cari. Bangunan dua lantai itu dikelilingi oleh pagar besi berwarna hitam.

Halamannya cukup luas, sehingga kendaraan besar seperti bus pun bisa diparkir di sana.

Yang menarik, saya tak menemukan sampah sama sekali di sana. Hanya ada rumput liar yang mulai
tumbuh.

Relief

Mendekat ke bangunan berwarna putih gading itu, ada tulisan "Museum Perjoangan Bogor" pada
bagian muka. Di bawah tulisan itu terdapat tulisan 10 November 1957.

Namun yang menjadi ciri khas gedung museum ini adalah relief adegan perjuangan di bagian atas
pintu masuk.

Di depan pintu masuk itu juga terdapat dua pilar dengan ragam hias tumpal berwarna kuning,
sehingga terlihat seperti lidah api.

Pada bagian bawah pilat terdapat umpak dengan hiasan serupa dan relief berbentuk bintang.
Relief pada tiang ini mempercantik hiasan pintu masuk dengan warna emasnya.

Pintu masuk dibiarkan terbuka lebar, dan di sana ada sketsel dengan tulisan Teks Proklamasi
yang seperti menyambut saya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved