Wisata Jakarta

Nyok Nonton Rumah Pembuat Ondel-ondel di Setu Babakan

Di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, masih terdapat satu rumah yang memproduksi ondel-ondel.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Janlika Putri
Sepasang ondel-ondel buatan bengkel Syahril. 

Ondel-ondel merupakan salah satu ikon budaya Betawi yang daya tariknya tak pernah luntur.

Di tengah-tengah arus modernisasi yang semakin pesat saat ini, ondel-ondel berhasil bertahan karena wujudnya yang menyenangkan sehingga disukai anak-anak.

Pasangan ondel-ondel ukuran tiga meter
Pasangan ondel-ondel ukuran tiga meter (Warta Kota/Janlika Putri)

Di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, masih terdapat satu rumah yang memproduksi ondel-ondel.

Syahril ialah seorang pengusaha ondel-ondel yang tinggal di wilayah cagar budaya Betawi ini.

Rumahnya yang bernomor 34 di RT 09/10 itu setiap harinya selalu ramai dengan kegiatan membuat Ondel-ondel.

Sudah dua tahun Syahril berprofesi sebagai perajin Ondel-ondel. Dia memulainya pada tahun 2017, dan kini konsisten menggeluti usahanya tersebut.

Awalnya bengkel ondel-ondel itu berada di rumah tinggalnya, tapi kini studio ondel-ondelnya sudah menempati lahan kosong warisan orangtua sang istri.

Lahan itu tak jauh dari rumahnya, dan di sana dibuat bangunan semi permanen untuk bengkel. Kini dia sudah memiliki 7 anak buah.

Syahril pria asal Padang yang menjadi pengusaha ondel-ondel.
Syahril pria asal Padang yang menjadi pengusaha ondel-ondel. (Warta Kota/Janlika Putri)

Syahril bercerita, dia dan istrinya tadinya adalah penjual berbagai penganan khas Betawi.

"Sebelum ondel-ondel saya sama istri jualannya camilan-cemilan khas Betawi. Sekarang juga masih sih, tapi lebih istri yang urus itu, " kata pria berusia 44 tahun ini.

Yang menarik, Syahril bukan berdarah Betawi. Dia lahir di Padang, Sumatra Barat, dan baru hijrah ke Jakarta pada tahun 1990'an.

Untuk membangun bengkel ondel-ondel itu, Syahril mengeluarkan modal sebesar Rp 5 juta.

"Sebenarnya yang asli orang kampung sini adalah istri saya. Tapi saya yang resah ketika para perajin ondel-ondel di sini mulai gulung tikar. Kemudian dengan uang lima juta saya beli dua pasang ondel-ondel dari dua perajin yang berbeda. Ondel-ondel itu saya jual lagi sampai laku," kata Syahril.

Omzet stabil

Pada awalnya Syahril bermitra dengan beberapa warga sekitar rumahnya, yang piawai membuat ondel-ondel saat ada pesanan.

Lalu di tahun 2018 awal dia memutuskan membuka rumahnya untuk dijadikan bengkel ondel-ondel bagi warga yang berhasil dirangkulnya.

Dia menjelaskan, usaha ondel-ondel itu jatuh bangun dan tergantung musim. Meski begitu, setiap bulan ada saja yang memesan sepasang ondel-ondel darinya.

Namun, meskipun tak ada pesanan, beberapa karyawan tetap mengerjakan kerangka ondel-ondel.

Kerangka ondel-ondel yang ada di rumah ondel-ondel milik Syahril.
Kerangka ondel-ondel yang ada di rumah ondel-ondel milik Syahril. (Warta Kota/Janlika Putri)

"Jika ditanya omzet selama dua tahun ini ya bisa di bilang semakin baik sih, jika dibandingkan pada awal merintis. Tahun 2019 tuh yang paling untung. Kementerian kehutanan pesan 10 pasang," kata pria berkaus hitam itu.

Jadi hiasan di instansi DKI

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved