Inspirasi Wisata

Berlibur Mengenal Budaya Ngopi Dunia Juga Asyik Lho

Maka sangat menarik jika melakukan wisata kopi, untuk mengenal berbagai budaya kopi yang ada di dunia.

Warta Kota/Janlika Putri
Biji kopi di Toko Kopi Luwak Pasar Gondangdia. 

Namun saat ini, kissaten adalah sebutan bagi kedai kopi yang menawarkan atmosfer masa lalu, kala kedai kopi jaringan dari luar negeri berdatangan.

Interior kissaten pada masa kini menampilkan gaya art deco yang otentik, atau gaya abad pertengahan.

Kissaten menyajikan kopi house blend, atau campuran beberapa jenis kopi, yang formulanya berbeda-beda antar kissaten. Mereka menyebutnya burendo kohi.

Kopi yang disajikan masih dengan cara penyeduhan tradisional, alias tubruk dalam budaya Indonesia.

Namun ada pula yang menggunakan siphon sebagai cara brewing-nya.

Maka hasil minuman khas kissaten adalah kopi hitam, yang disajikan di cangkir kecil yang cantik lengkap dengan cawan, sendok, sebuah teko kecil berisi krim dengan takaran yang pas untuk membuat latte yang yang enak.

Cara memesan kopi dalam bahasa lokal: Kōhī o kudasai

Italia

Italia memiliki peran sangat penting dalam budaya kopi dunia. Espresso, cara menyeduh kopi ala Italia, menjadi dasar untuk berbagai minuman kopi lainnya.

Caffe Florian di Venesia bolehlah disebut kedai kopi pertama di Italia. Dibuka pada tahun 1720, Florian menjadi salah satu kafe pertama yang berdiri di Italia.
Caffe Florian di Venesia bolehlah disebut kedai kopi pertama di Italia. Dibuka pada tahun 1720, Florian menjadi salah satu kafe pertama yang berdiri di Italia. (Italia.it)

Sebut saja cappucinno dan caffe latte dibuat dengan menggunakan espresso.

Budaya kopi Italia memang bukan main-main, sebab sudah berlangsung sejak abad ke-16, ketika biji-biji kopi tiba di pelabuhan Venesia ketika dibawa pedagang-pedagang Arab.

Khasiat kopi yang menunda rasa lapar dan badan tetap segar itu segera mendapat tempat di hati masyarakat Italia. Mereka menyebutnya "anggur orang Arab"

Hanya saja, sempat muncul pertentangan di masyarakat, karena khasiat itu dianggap datang dari ilmu hitam, sehingga ada imbauan kopi harus dilarang.

Namun Paus Clement VIII ternyata sangat menyukai kopi ini, dan dia menyatakan minuan ini bukan karya setan sehingga kopi dengan cepat diterima oleh masyarakat.

Sampai sekarang kopi menjadi minuman wajib masyarakat Italia. Pagi-pagi mereka datang ke kedai kopi, memesan espresso sambil membayar, meneguknya secara langsung, lalu pergi menuju tempat kerja.

Tidak ada minum kopi sambil ngobrol atau membicarakan gosip. Kopi adalah minuman untuk membantu konsentrasi saat bekerja.

Uniknya, espresso itu ternyata baru tercipta di tahun 1906, dan penemuannya diikuti dengan penemuan mesin espresso yang menjadi cikal-bakal mesin espresso zaman sekarang.

Namun kopi gaya Italia bukan hanya espresso, sebab masing-masing kota mengembangkan sendiri kopi khas mereka.

Saat berada di kota Trentino coba pesan cappuccino Viennese dan Anda akan mendapatkan kopi yang penuh busa dengan rasa cokelat dan kayu manis.

SEmentara di wilayah Marche terkenal dengan caffe anisette, yakni espresso dengan rasa bunga lawang.

Di Sisilia Anda akan menemukan caffe d'u parrinu, yakni kopi yang dibumbui dengan cengkih, kayu manis, dan bubuk cokelat.

Selain melahirkan berbagai minuman baru, kopi juga memunculkan tradisi sosial yang sangat baik. Di wilayah Napoli ada tradisi bernama caffe sospeso, di mana seseorang membayar untuk dua kopi namun hanya minum satu.

Yang satu lagi disimpan di warung kopi untuk orang lain yang membutuhkan kopi, tapi tak punya cukup uang untuk membeli.

Cara memesan kopi dalam bahasa lokal: Un caffè/macchiato/cappuccino/caffè latte per favore

Ethiopia
Sebagai negara tempat asal kopi, tentu sangat keterlaluan jika wisata kopi tidak mampir ke Ethiopia.

Sejarah yang beredar menyebutkan, faedah kopi baru diketahui sekitar abad 9, ketika seorang penggembala domba bernama Kaldi menyadari hewan gembalaannya menjadi energik setiap kali memakan daun tumbuhan semak tertentu.

Tumbuhan itu belakangan dikenal dengan nama kopi, dan mendapat nama latin Coffea arabica.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, minuman kopi pertama kali diciptakan oleh bangsa Yaman. Masyarakat Etiopia tidak minum kopi.

Namun, budaya itu berubah saat bangsa Italia mengkolonisasi Ethiopia di pertengahan abad ke-20. Masyarakat Ethiopia pun menjadi salah satu peminum kopi paling wahid di dunia.

Mereka paling menggemari macchiato, espresso ditambah sedikit susu. Minuman ini diminum pada pagi hari di rumah, lalu dalam perjalanan ke kantor. Mirip-mirip tradisi Italia lah.

Cara memesan kopi dalam bahasa lokal: Hade bun, bejaka

Swedia
Tak banyak yang tahu bahwa masyarakat Swedia juga kopi mania, yang artinya mereka mereka minum kopi lebih banyak dari rata-rata bangsa lainnya di dunia.

Mereka minum kopi saat istirahat kerja, sehingga bisa jadi istilah rehat kopi (coffee breaks) lahir di sini.

Masyarakat Swedia memiliki kata sendiri untuk menyebut waktu minum kopi, yakni fika.

Pada saat fika, mereka akan menikmati kopi bersama teman-teman, ngobrol-ngobrol santai. Kada disertai pula penganan manis seperti roti kayumanis.

Sejarah ngopi di Swedia bermulai dari akhir abad ke-18, di mana kalangan bangsawan Swedia sangat menyukai minuman ini.

Minuman ini kemudian bisa dinikmati masyarakat kebanyakan, sehingga bermunculanlah kaffeehus (kedai kopi) dan konditori (kedai pastry) di jalan-jalan di Stockholm, Gothenburg, dan Malmo.

Kini Swedia menjadi salah negara yang terus mengembangkan teknik penyeduhan kopi yang canggih namun mudah dilakukan.

Jenis minuman yang digemari adalah kopi hitam.

Di Wedia kopi bukan sekadar minuman, melainkan bentuk ekspresi diri.

Cara memesan kopi dalam bahasa lokal: Kan jag få en kopp kaffe?

Selandia Baru
Masuknya Selandia Baru dalam daftar Lonely Planet ini memang mengejutkan, mengingat negara di Lautan Pasifik berada jauh dari percaturan kopi.

Apalagi, sebagai koloni Kerajaan Inggris Raya, teh menjadi minuman yang lebih populer.

Budaya kopi di Selandia Baru, menurut Lonely Planet, baru mulai di pertengahan tahun 1980-an, ketika imigran dari kawasan Mediterania berdatangan ke negara kepulauan ini.

Sejak itulah terjadi revolusi, dan Selandia Baru menyumbangkan flat white kepada dunia.

Minuman itu adalah espresso yang disajikan di cangkir kecil, dan ditambah susu yang sudah dihangatkan sehingga mencapai konsistensi tertentu.

Dalam satu dekade, masyarakat Selandia Baru menjelma menjadi peminum kopi.

Hal ini bukan tanpa perencanaan masif, sebab pencipta flat white bukan hanya membuat cafe yang sekadar menyeduh kopi tapi juga lengkap dengan alat untuk menyangrai biji kopi.

Mereka juga membagikan biji kopi kepada para kompetitor, dan membuka pelatihan-pelatihan kepada masyarakat agar bisa membuat flat white sendiri di rumah.

Maka di pertengahan 1990-an, flat white menjadi minuman nasional di Selandia Baru.

Cara memesan kopi dalam bahasa lokal: I’ll have a flat white, thanks mate

Kosta Rika
Membicarakan kopi di Kosta Rika berarti membicarakan chorreador, metode menyeduh kopi yang sangat khas.

Sepitas, alat ini seperti perpaduan siphon, V60, dan cara menyaring ala kopi aceh, karena ada dudukan seperti siphon dan saringan dari kain yang panjang.

Dalam bahasa setempat, saringan itu disebut bolsita, yang berarti tas kecil.

Bubuk kopi dimasukkan ke bolsita, lalu air panas dituang di atas bubuk kopi, dan biarkan menetes ke gelas di bawahnya.

Secara umum, kategori penyyeduhan kopi di Kosta Rika termasuk kategori pour over atau tubruk, sehingga diperlukan keahlian sang barista dan menentukan takaran.

Menurut Lonely Planet, metode menggunakan volsita ini sudah dipraktikkan sejak tahun 1830-an.

Pada masa itu, peraturan setempat mengharuskan satu keluarga menanam sedikitnya dua pohon kopi di tanah mereka.

Maka tak menherankan jika kopi menjadi bagian budaya Kosta Rika sampai saat ini.

Cara memesan kopi dalam bahasa lokal: Un cafécito, por favor

Toko Kopi Luwak di Gondangdia, Lawas Tapi Baru

Phoenam, Kedai Untuk Penikmat Kopi Toraja dan Ngobrol di Jakarta

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved