Inspirasi Wisata

Berlibur Mengenal Budaya Ngopi Dunia Juga Asyik Lho

Maka sangat menarik jika melakukan wisata kopi, untuk mengenal berbagai budaya kopi yang ada di dunia.

Warta Kota/Janlika Putri
Biji kopi di Toko Kopi Luwak Pasar Gondangdia. 

Metode penyeduhan seperti itu membuat kopi menjadi pahit, sehingga Turkish Coffee menggunakan banyak gula untuk mengimbangi rasa pahit itu.

Metode merebus kopi juga membuat kopi sangat keras, sehingga Turkish Coffee selalu disajikan dalam gelas kecil, yang habis dalam beberapa kali sesap.

Uniknya, setelah kopinya habis ampas kopi dituang ke cawan, dan pola yang terbentuk dianggap bisa menggambarkan peruntungan orang yang baru saja menghabiskan kopi tersebut.

Cara memesan kopi di kahvehane: Bir kahve lutfen

Jepang
Anda yang sudah pernah melancong ke Jepang, pasti menemukan banyak sekali kedai kopi modern di negara matahari terbit itu.

Namun, jauh sebelum kedai-kedai kopi modern itu bermunculan, masyarakat Jepang menikmati kopi di kissaten, alias warung kopi.

Budaya ngopi di Jepang sebenarnya belum tua-tua amat mengingat negara ini pernah menutup diri di zaman pemerintahan shogun.

Kopi datang ke Jepang dibawa oleh pedagang asal Belanda sekitar abad ke-17, namun kedai kopi pertama baru dibuka tahun 1858.

Sejak saat itulah kedai kopi bermunculan, dan disebut kissaten.

Lonely Planet menyebut kissaten pada masa itu bagaikan portal ke dunia Barat, sebab lingkungan di sekitarnya masih sangat tradisiomnal Jepang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved