Batik Beneran Itu Menggunakan Canting dan Malam

Dengan kampanye "Batik Beneran" diharapkan masyarakat paham perbedaan batik asli atau batik-batikan.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Janlika Putri
Gambar setelah proses pencangtingan menggunakan malam. 

Komarudin Kudiya dari Rumah Batik KOMAR menjadi instruktur di workshop tersebut. Dia mengajarkan cara membuat batik di atas kain berukuran 50 x 50 cm.

Sebelumnya, semua peserta mendapat materi teori terlebih dahulu, lewat presentasi singkat dari Komar.

Setelah itu masuk ke tahap praktik, dimulai dari membuat sketsa pola pada kain menggunakan pensil, kemudian masuk pada tahap pencantingan.

Acara yang dimulai pada pukul 10.00 pagi hingga 15.00 ini bertujuan untuk mensosialisasikan batik kepada masyarakat.

Lewat acara ini pula diberitahukan bahwa batik adalah prosesnya, bukan motif.

Dengan kampanye "Batik Beneran" diharapkan masyarakat paham perbedaan batik asli atau batik-batikan.

Komarudin Kudiya mengatakan bahwa batik asli itu dibuat menggunakan canting dan malam.

Batik beneran prosesnya sangatlah rumit, dan itu yang membuat YBI sangat prihatin saat jerih payah para pembatik ditawar sangat murah.

Yantie Airlangga Ketua umum Yayasan Batik Indonesia.
Yantie Airlangga Ketua umum Yayasan Batik Indonesia. (Warta Kota/Janlika Putri)

"Setiap daerah di Indonesia punya banyak ciri khas batik. Bahkan sekarang ada batik urban. Selama kain tersebut melalui cara batik, ya namanya tetap batik apapun motifnya," ujar pria yang sudah 25 tahun menjadi pembatik itu.

Dia juga menambahkan, kain print bercorak batik tidak bisa disebut batik. Benda itu masuk kategori tekstil hasil proses mesin, yang coraknya menyerupai batik.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved