Kapan Waktu yang tepat Untuk menggunakan Toilet Pesawat?

Meski pun di pesawat ada toilet, tetap saja ada rasa tidak nyaman melakukan urusan itu di tempat publik.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
YouTube
Ilustrasi toilet. 

Yang namanya makhluk hidup adalah hal yang alami untuk membuang hajat, alias buang air kecil
maupun buang air besar.

Hal ini bukan masalah sama sekali jika panggilan alam itu terjadi di rumah.

Ilustrasi pesawat.
Ilustrasi pesawat. (pexels.com)

Hanya saja, kadang panggilan itu datang saat berada di ketinggian 30.000 kaki, alias saat
berada di pesawat terbang.

Meski pun di pesawat ada toilet, tetap saja ada rasa tidak nyaman melakukan urusan itu di tempat
publik. Apalagi ketika sedang melepaskan benda yang harus dibuang itu, tiba-tiba ada orang
yang mencoba membuka pintu toilet.

Bukan apa-apa, meski pintu tetap rapat terkunci tapi deg-degannya itu lho...

Maka tak mengherankan jika ada orang-orang yang menahan hajatnya selama penerbangan, terutama
di penerbangan singkat.

Sayangnya, menahan panggilan alam itu memiliki konsekuensi buruk di masa depan.

Jangan menahan kencing

Menurut Lori M Noble MD, sebagaimana dilansir laman Penn Medicine, menahan urin terlalu lama
bisa menimbulkan penyakit infeksi saluran kencing (urinary tract infection/UTI).

UTI ini jangan dianggap sepele, sebab infeksinya bisa menjalar ke ginjal bahkan pembuluh
darah, jika tak ditangani dengan cepat.

Perempuan hamil dan orang-orang yang menderita Multiple Sclerosis atau diabetes, juga memiliki
risiko lebih tinggi menderita UTI. Karena itu mereka tidak boleh menahan kencing.

Kebiasaan menahan kencing, kata Noble, juga berakibat buruk terhadap perempuan di saat
usianya semakin tua. Mereka tak bisa mengendalikan lagi laju urinnya, alias sering ngompol.

Bayangkan, saat batuk, tertawa, atau jogging, air seninya mengalir keluar.

Karena itu, Noble menyarankan agar buang air kecil secara reguler, atau setiap merasa kebelet
meski pun sedang berada di pesawat terbang.

Waktu yang tepat

Untungnya ada Erika Roth, mantan pramugari, yang memberikan tips waktu yang tepat untuk buang
air di pesawat.

Sebagaimana dilansir laman Travel+ Leisure (T+L), penumpang yang menginginkan privasi saat
memenuhi panggilan alam sebaiknya segera menuju toilet begitu lampu tanda mengenakan sabuk
pengaman dipadamkan pilot.

Jendela waktunya sekitar 10 menit, atau sampai saat pramugari mulai membagikan minuman.

Jika untuk buang air kecil saja sudah membuat orang malu dan menahannya sampai pesawat
mendarat, lalu bagaimana untuk urusan buang air besar?

Panggilan alam Nomor dua ini tidak saja membutuhkan waktu yang lebih lama di toilet, tapi
juga disertai bau-bauan tak sedap.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved