Pecinan di Jakarta

Wisata Jalan Kaki Pecinan Jatinegara 3: Masuk Lubang Cacing Menuju Klenteng Tertua Kedua di Jakarta

Semerbak aroma dupa mulai tercium mengiringi langkah kami. Dari segi fisik, tak tampak bahwa bangunan bangunan itu sudah tua.

Warta Kota/Angga Baghya N
Seorang pengurus sedang mengecat lagi ambang pintu Vihara Amurva Bhumi di Jatinegara, menjelang perayaan Imlek. 

Salah satu tujuan kami adalah Vihara Amurva Bhumi, yang terletak di wilayah Pasar Lama Jatinegara.

Berbekal aplikasi peta dari ponsel pintar ternyata tak cukup untuk menemukan vihara itu, karena letaknya yang "tersembunyi".

Kami harus bertanya ke beberapa orang, dan diarahkan masuk ke gang kecil yang gelap tadi, yang sepertinya "lubang cacing ke masa lalu".

Tenang, itu bukan lorong waktu betulan, hanya analogi saya yang lebai begitu melihat bangunan ruko ala Cina tempo dulu.

Mayoritas pedagang di blok ini berjualan perabotan rumah tangga. Diantara kios-kios tersebut tampaklah bangunan dengan hiasan merah menyolok. Rupanya yang kami cari sudah di depan mata.

Semerbak aroma dupa mulai tercium mengiringi langkah kami. Dari segi fisik, tak tampak bahwa bangunan bangunan itu sudah tua.

Tampak depan Vihara Amurva Bhumi di Jatinegara.
Tampak depan Vihara Amurva Bhumi di Jatinegara. (Warta Kota/Janlika Putri)

Namun empat pilar dengan ukiran naga (liong) melingkar di depan pintu masuk Vihara merupakan ciri khas bangunanbergaya  Cina.

Tampak pula seorang pria setengah baya yang sedang fokus mengecat ambang pintu vihara. Saat menyadari kedatangan kami dia menghetikan sejenak aktivitasnya, kamudian mempesilakan kami untuk langsung masuk saja. kemudian pria itu memanggil seseorang dan melanjutkan kembali aktivitasnya yang terhenti.

Ruangan yang kami masuki menyerupai rumah benuansa modern minimalis. Ukurannya sangatlah luas dan terawat dengan baik.

Kami berkenalan dengan Yang Cing Lung. Pria yang rambutnya mulai putih semua itu menumpahkan segelas kopi hangatnya, karena terkejut dengan kedatangan kami.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved