Pecinan di Jakarta

Wisata Jalan Kaki Pecinan Jatinegara 3: Masuk Lubang Cacing Menuju Klenteng Tertua Kedua di Jakarta

Semerbak aroma dupa mulai tercium mengiringi langkah kami. Dari segi fisik, tak tampak bahwa bangunan bangunan itu sudah tua.

Wisata Jalan Kaki Pecinan Jatinegara 3: Masuk Lubang Cacing Menuju Klenteng Tertua Kedua di Jakarta
Warta Kota/Angga Baghya N
Seorang pengurus sedang mengecat lagi ambang pintu Vihara Amurva Bhumi di Jatinegara, menjelang perayaan Imlek. 

Dua kata yang cukup sopan untuk menggambarkan Pasar Jatinegara pada siang hari adalah sibuk dan berisik.

Setiap sudutnya pasti terisi, entah oleh deretan lapak pedagang kaki lima atau deretan motor yang diparkir. Hal itu membuat jalan yang ada menjadi sempit.

Suasana Pasar Jatinegara yang ramai dengan jalan-jalan sempit, akibat banyaknya kios dan parkir kendaraan.
Suasana Pasar Jatinegara yang ramai dengan jalan-jalan sempit, akibat banyaknya kios dan parkir kendaraan. (Warta Kota/Janlika Putri)

Orang yang berjalan kaki harus berbagai jalan sempit itu dengan motor dan mobil pengunjung pasar, sehingga ya sabar-sabar sajalah jika berkunjung ke sana.

Namanya juga pasar, harus ramai karena menandakan geliat perekonomian yang aktif. Justru akan lebih mengkhawatirkan jika pasar sepi.

Hanya saja, rupanya tidak semua tempat di Pasar Jatinegara itu ramai cenderung kacau-balau seperti itu. Di bagian Pasar Lama cenderung lebih tenang dan santai.

Bisa jadi orang malas juga berkunjung ke wilayah Pasar Lama, karena harus berjalan menelusuri lorong sempit dan gelap di antara los-los, yang kini ditempati para penjual jasa servis benda-benda elektronik.

Lubang cacing

Setelah keluar dari kawasan bengkel itu, kami melihat pemandangan yang nyaris berbeda 180 derajat dari Pasar Jatinegara. Bukan saja suasananya, melainkan juga bentuk bangunan-bangunannya.

Kami melihat bangunan-bangunan dengan atap model pelana, yang merupakan ciri khas bangunan Cina. Sudah jelas di sini termasuk wilayah Pecinan.

Hari itu kami, tim Warta Kota Travel, melakukan wisata jalan kaki, mencoba menelusuri sisa-sisa Pecinan di Jatinegara, yang merupakan tempat bermukim masyarakat Tionghoa tempo dulu yang ada di Jakarta.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved