Toko Kopi di Jakarta

Toko Kopi Luwak di Gondangdia, Lawas Tapi Baru

Ada rasa kepo (ingin tahu) dan tantangan untuk meracik minuman kopi sendiri, yang paling pas di lidah, bikin puas, dan yang pasti bangga.

Warta Kota/Janlika Putri
Jenis kopi dan harganya yang dijual oleh toko kopi Luwak di Pasar Gondangdia 

Dia sangat suka kopi giling dari toko Lunardi karena rasanya sangat pas di lidah dan lambungnya.

"Saya jadi ngopi lagi karena kopi dari sini. Sudah sekitar lima bulan langganan. Pernah break minum kopi kerena bosan rasa kopo begitu-begitu saja, dan jahat sama lambung. Kalau di sini beda dan cocok, makanya senang pas tahu ada toko ini" ungkap pria bernama Radmi itu.

Ia juga menceritakan bahwa di lingkungan kantornya sudah sulit menemukan teman ngopi. "Maksud saya ngopi ya benar-benar minum kopi yang diseduh sendiri kayak gini. Mereka maunya kopi yang dimacam-macamin rasanya. Kalo saya suka pahit sih, paling pakai madu kalau mau ada rasa," tandas editor video di salah satu media tersebut.

Setelah kopi giling pesanan Radmi selesai dia berpamitan membawa kopi jagungnya. Saya jadi penasaran dengan kopi jagung itu.

Proses Lunardi Valanchie menggiling kopi pesanan pelanggan.
Proses Lunardi Valanchie menggiling kopi pesanan pelanggan. (Warta Kota/Janlika Putri)

Lunardy memperlihatkan tiga toples tempat menaruh biji kopi jagung. Biji-biji kopi itu sudah di campur dengan biji jagung. "Biasa bapak-bapak yang suka ini. Harganya murah bisa banyak pula. Biasanya kopi kualitas biasa yang di campur" kata Lunardi menjelaskan.

Akhirnya saya tertarik kepada kopi Robusta, karena kata Lunardi kopi ini favorit orang Asia. "Biasanya lidah orang Asia cocok dengan Robusta dan orang Eropa sukanya Arabika" kata Lunardi menyarankan.

Di tokonya memang hanya ada dua jenis kopi itu. Yang menjadikan harga kopi di setiap toples berbeda ialah kualitas si biji kopi.

Misalnya saja Robusta kualitas rendah, Robusta kualitas sedang, dan kualitas super. Ketiganya memiliki harga yang berbeda.

Harga kopi di toko Lunardi di mulai dari Rp 32.000/kilogram untuk jenis kopi campuran dengan jagung. Untuk Arabika kisaran Rp 100.000 ke atas per kilonya. Untuk Robusta mulai dari Rp.50.000 /kilogram.

Lunardi mengatakan bahwa perbedaan harga kopi ini tergantung dari sumber daya manusianya. "Kan yang mahal bayar petani kopinya. Mereka menyortir secara manual tiap biji kopi. Semakin lama dan ribet kerjanya ya semakin mahal," ujarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved