Menyambut Imlek

Wisata Jalan Kaki Pecinan Jatinegara 2: Bakmie Jackie Langganan Pengunjung Pasar Jatinegara

Namun begitu pesanan datang, indera saya langsung fokus ke mangkuk yang ada di hadapan. Ketika itu saya memesan bihun ayam.

Warta Kota/Janlika Putri
Bakmie Jackie, kedai mi ayam ala masakan Cina di Pasar Jatinegara, yang sudah berusia 26 tahun. 

Meski tempatnya sederhana, berada di emperan toko berhimpitan dengan pedagang lainnya, kedai Bakmie Jackie ini selalu ramai oleh pembeli.

Menurut Irwan Zainal, pemilik Bakmie Jackie, setiap harinya lebih dari 100 orang yang datang makan di kedainya. Belum lagi yang pesan untuk dibungkus.

Makan di tengah pasar memang memiliki sensasi tersendiri, dengan suasana riuh-rendah khas pasar. Aktivitas jual beli, kendaraan yang lewat, suhu yang panas, berbagai aroma bersliweran, serta udara yang sedikit pengap. Itulah yang saya rasakan saat menunggu pesanan.

Namun begitu pesanan datang, indera saya langsung fokus ke mangkuk yang ada di hadapan. Ketika itu saya memesan bihun ayam.

Pelayanannya boleh diacungi jempol, karena para pegawai kedai langsung menyambut pengunjung, mencarikan kursi, dan mencatat pesanan.

Pesanan datang kurang lebih lima menit kemudian. Namun jika sedang ramai mungkin akan sedikit lebih lama.

Rasa meriah

Mekipun tempatnya hanya memanfaatkan emperan toko seragam sekolah, rasa Bakmie Jackie tak kalah dengan menu restoran besar.

Jackie, nama panggilan Irwan Zainal, membuka kedai ini tahun 1994. Memang tidak setua sejarah masyarakat Tionghoa di Jatinegara, tapi 26 tahun sudah menunjukkan bahwa Bakmie Jackie sudah teruji.

Jackie mengatakan dia selalu konsisten menyajikan bahan terbaik bagi pembelinya, karena ingin memberikan kesan tak terlupakan di lidah pembeli lewat racikan bakmienya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved