Kuliner Jakarta

Roti Lauw, Roti dari Gondangdia yang Masih Eksis

Roti gambang Lauw masih banyak pembelinya, karena rasanya yang khas dan cocok untuk oleh-oleh bagi calon mertua.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Janlika Putri
Lauw, toko roti legendaris di Jakarta yang masih bertahan sampai sekarang. 

Kawasan di sekitar Stasiun Gondangdia adalah "surga" bagi para pencinta kuliner.

Di sekitar stasiun ini banyak sekali tempat makan-makan dan jajan yang menggugah selera.

Mulai dari penjaja di gerobak, warung emperan, hingga restoran. Semua tersedia untuk berbagai kelas
pembeli.

Salah satunya tempat jajan yang ada di sana adalah toko roti Lauw.

Tampak luar toko roti Lauw di Gondnagdia, Jakarta Pusat.
Tampak luar toko roti Lauw di Gondnagdia, Jakarta Pusat. (Warta Kota/Janlika Putri)

Toko Roti adalah salah satu penganan legendanya Jakarta, karena toko ini sudah memproduksi roti
homemade-nya sejak tahun 1930.

Lau Tjoan To mengawali usaha ini dengan membuat sendiri rotinya, dan menjualnya dengan gerobak.

Baru pada tahun 1940 pamornya naik dan berhasil membuka toko ini di Gondangdia tahun 1948.

Sederhana

Saat ini, Lauw adalah sebuah toko roti yang sederhana. Gedung berwarna putih gading itu sudah suram, karena banyaknya debu yang menempel.

Tak ada baliho atau sesuatu yang mencolok untuk menunjukkan keberadaannya, hanya ada papan kecil dengan tulisan "Lauw" dan logonya yang legendaris itu.

Karena itu, jika sulit menemukan toko tersebut, cari saja Pasar Gondangdia yang berada di samping pasar tersebut.

Ruangan di dalam toko juga tak kalah sederhana dari tampilan luar. Ruangan yang cukup besar itu dibiarkan polos tanpa hiasan.

Produk roti Lauw
Produk roti Lauw (Warta Kota/Janlika Putri)

Hanya ada rak-rak yang menjadi tempat memajang aneka roti produksi hari itu.

Begitu masuk saya disapa oleh Josy Suwandi, seorang karyawan toko yang tengah menyusun roti-roti di
etalase.

Dia mengatakan bahwa roti-roti yang tengah disusunnya baru saja tiba dari pabriknya di Pulogadung.

Dulu, roti-roti ini memang dibuat di pabrik di belakang toko ini. Namun sejak tahun 2012, semua produksi roti dialihkan ke pabrik yang ada di Pulogadung.

"Soalnya tempat di sini sudah enggak memungkinkan lagi, karena jalannya kecil sehingga akan macet kalau memarkirkan mobil di sini." Kata Josy.

Ciri khas roti jadul

Josy menjelaskan, Lauw, yang saat ini dikelola oleh generasi ketiga keluarga Lau Tjoan To, masih menjaga cita rasanya sebagai roti jadul.

"Iya emang enggak macam-macam di sini. Cara buatnya masih pakai cara lama, enggak pakai pengawet jadi rotinya harus habis dalam sehari," kata pria yang istrinya juga bekerja toko ini.

Salah satu produk Roti Lauw.
Salah satu produk Roti Lauw. (Warta Kota/Janlika Putri)
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved