Jalan-jalan Lebih Membahagiakan Daripada Menikah?

Travelling atau jalan-jalan menaikkan kadar kebahagiaan seseorang. Bahkan jalan-jalan lebih membahagiakan daripada menikah.

Jalan-jalan Lebih Membahagiakan Daripada Menikah?
Instagram/alexis_official1
Alexis Sanchez saat liburan bersama dua anjingnya, Atom dan Humber. 

Travelling atau jalan-jalan menaikkan kadar kebahagiaan seseorang. Bahkan jalan-jalan lebih membahagiakan daripada menikah.

Begitu hasil survei yang dilakukan oleh Booking.com.

Mural di Kampoeng Djadoel Semarang menjadi obyek wisata baru di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.
Mural di Kampoeng Djadoel Semarang menjadi obyek wisata baru di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut. (Warta Kota/AC Pingkan Ulaan)

Dalam hasil survei yang dilakukan tahun 2016 itu, 90 persen responden menjawab bahwa menjawab bahwa mereka sangat bahagia saat jalan-jalan.

Sementara 49 persen responden menyatakan kebahagiaan saat jalan-jalan melebih kebahagiaan saat mereka menikah.

Sedangkan 51 persen responden menyatakan jalan-jalan lebih membawa kebahagiaan dibandingkan kencan pertama dengan gebetan. Bahkan 29 persen responden manyatakan jalan-jalan lebih bahagia daripada saat mereka melahirkan bayi.

Hasilnya memang sangat mengagetkan, tapi harus diketahui bahwa survei ini dilakukan Booking.com secara
global di 17 negara dengan jumlah responden 17.000 orang.

Menurut hasil survei itu, 80 persen responden sudah merasakan kebahagiaan itu sejak dia membeli tiket pesawat.

Bahkan 56 persen responden menyatakan bahwa jalan-jalan mengalahkan belanja dalam hal kebahagiaan.

Sebanyak 77 persen responden menyatakan bahwa mereka langsung membuka-buka situs perjalanan, seakan-akan ingin bepergian, saat sedang sedih, agar kesedihan itu berkurang.

Delapan dari 10 responden menyatakan sudah merasakan bahagia saat membuka peta untuk menentukan destinasi liburan.

Shawn Achor, seorang pakar psikolog dari Harvard, mengatkan, proses merancang dan memesan liburan ternyata bisa menaikkan suasana hati seseorang.

Sementara di penelitiannya yang lain, yang dipublikasikannya di Harvard Business Review, dia menyatakan bahwa liburan yang direncanakan dengan baik dan tanpa masalah di lokasi liburan, meningkatkan peluang sampai 94 persen orang yang berlibur itu akan lebih bahagia dan penuh semangat saat kembali ke rutinitas hidup.

Survei tersebut juga memiliki pertanyaan soal saat paling bahagia ketika berlibur. Hasilnya 9 dari 10 responden menjawab hari pertama masa liburan.

Sedangkan 9 dari 10 responden lainnya menjawab saat melihat kamar akomodasi mereka saat liburan.

Penelitian Achor juga menemukan, orang yang menghabiskan jatah cutinya bukan saja lebih bahagia, tapi memiliki 34 persen kemungkinan lebih besar memperoleh bonus dibandingkan yang tidak.

Inilah 6 Tren Wisata Dunia di Tahun 2020, dan Peluangnya Bagi Industri Pariwisata Indonesia

Ada 8 Ikon Baru yang Instagramable Pariwisata Kepulauan Seribu, Nuansa Bali di Jakarta

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved