Saran dan Tips

7 Cara Keliling Eropa dengan Murah

Eropa menyediakan cukup banyak pilihan untuk menghemat biaya perjalanan, selama berada di benua tersebut.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/AC Pingkan
Atocha, stasiun kereta api di Madrid, Spanyol. 

Jalan-jalan ke Eropa seperti menjadi "cita-cita" banyak traveller Indonesia.

Tak mengherankan, pemandangan dan budaya di benua tersebut jauh berbeda dari Indonesia,
sehingga sangat menarik untuk dilihat dan dieksplorasi.

Apalagi foto-foto di Eropa sangat khas, yakni suasana perkotaan dengan gedung-gedung tua
berarsitektur indah.

Hanya saja, ke Eropa itu mahal bagi kebanyakan traveller. Bukan hanya pelancong Indonesia,
traveller dari Amerika Serikat dan Australia juga mengakui Eropa itu mahal.

Ongkos pesawatnya dari Indonesia sedikitnya dari Rp 7,5 juta, itu juga kalau lagi diskon.
Selain itu, biaya hidup di sana mahal, karena pengaruh sistem keuangan mereka serta nilai
tukar euro dengan rupiah.

Ditambah lagi, untuk mendapat visa Schengen, visa untuk negara-negara anggota Uni Eropa juga
cukup sulit. Banyak syaratnya dan mahal.

Namun bukan berarti Eropa tak bisa ditembus, karena tersedia cukup banyak pilihan untuk
menghemat biaya perjalanan, selama berada di benua tersebut.

Seorang blogger asal AS bernama Matthew Kepnes, membagi informasi tentang 7 cara terbaik
berkeliling Eropa dengan murah.

Ini dia informasi yang dibagi oleh penulis buku How to Travel the World on $50 a Day: Travel
Cheaper, Longer, Smarter ini.

1. Megabus
Megabus itu perusahaan otobus (po) asal Inggris, yang memiliki trayek keliling Inggris, dan
juga ke kota-kota besar di Eropa, seperti Paris (Prancis), Brussels (Belgia), dan Amsterdam
(Belanda).

Harga tiketnya bisa cuma 1 poundsterling Inggris, sekitar Rp 18.228 menurut nilai tukar hari
ini, jika dipesan minimal 1 bulan sebelumnya.

Namun jika tak berhasil mendapat harga terendah itu, tarif normal Megabus tak pernah melebihi
20 poundsterling.

Bus ini bisa menjadi pilihan para bacpacker ingin ngirit. Kepnes bercerita, dia hanya membayar
5 poundsetrling untuk perjalanan dari London ke Bristol. Padahal kalau naik kereta api,
tarifnya bisa mencapai 45 poundsetrling.

Menurut Kepnes, yang memiliki blog bertajuk Nomadic Matt, Megabus juga mengoperasikan kereta
api, dengan tarif mulai dari 10 poundsterling.

2. Busabout
Busabout adalah layanan hop-on/hop-off, di mana penumpang bisa naik dan turun di kota mana pun
sesuai keinginannya.

Bus ini menggabungkan layanan bus malam dengan bus wisata. Selama perjalanan ada pemandu yang
menjelaskan tempat-tempat menarik di rute yang dilalui.

Dengan menggunakan bus ini, pelancong bisa mengatur kota-kota yang ingin dikunjunginya sesuai
dengan rute bus tersebut.

Pengunjung bisa membeli tiket untuk beberapa kota, dan mengatur sendiri kapan dia akan
berangkat ke kota tujuan selanjutnya.

3. FlixBus
Bus ini berasal dari Jerman, namun memiliki trayek di 20 negara Eropa dan ribuan kota.

Harga tiketnya mulai dari 5 euro, atau sekitar Rp 77.000, untuk perjalanan dari Berlin ke
Leipzig. Dari Berlin ke Praha di Republik Ceska tarifnya mulai dari 15 euro.

Tarifnya yang murah itu membuat bus ini akan cocok bagi para pencinta sepak bola, yang akan
menyaksikan perhelatan Euro 2020 pada bulan Juni nanti.

4. Penerbangan berbiaya rendah
Eropa memiliki banyak maskapai penerbangan berbiaya murah, yang bisa menjadi pilihan untuk
menempuh perjalanan jarak jauh namun dengan waktu yang cepat.

Persaingan antarmaskapai membuat tarifnya bisa semurah 1 euro.

Hanya saja, penerbangan berbiaya murah ini menerapkan syarat yang ketat dalam hal bagasi.
Tarif termurah itu untuk perjalanan tanpa bagasi, bahkan kadang tanpa tentengan kabin (carry
on).

Penumpang hanya diperbolehkan membawa tas berisi perlengkapan pribadi, yang ukurannya lebih
kecil dari carry on.

Jika calon penumpang membawa tas yang tidak sesuai persyaratan, maka mereka jarus membayar
biaya tambahan, sehingga harga total tidak murah lagi.

5. Eurail Pass
Kereta api di Eropa itu sangat nyaman dan canggih, serta murah untuk perjalanan antarkota
dalam satu negara.

Namun ongkosnya bisa menjadi mahal untuk ruter antarnegara, apalagi jika menggunakan kereta
supercepat.

Masalah biaya ini bisa ditekan jika menggunakan rail pass, karena harga per rute bisa jauh
lebih murah daripada membeli tiket secara terpisah.

6. BlaBlaCar
BlaBlaCar ini seperti gabungan Uber dengan nebeng, karena pelancong nebeng mobil masyarakat setempat tapi memesannya lewat aplikasi komputer.

Dengan menggunakan aplikasi, pelancong mencari pemilik kendaraan yang akan bepergian searah
dengannya.

Komputer akan memberikan beberapa opsi dan tarifnya masing-masing.

Setelah memilih sopir yang akan dtebengi, calon penumpang bisa menghubungi pengemudi dengan
membuat janji-temu.

Pembayaran kemudian dilakukan secara online.

Perbedaan BlaBlaCar dengan metode transportasi lainnya, pelancong bisa bertemu masyarakat
setempat dan menambah teman baru.

Hanya saja, cara ini mungkin tidak cocok bagi mereka yang ingin tidur sepanjang perjalanan.

7. Nebeng
Inilah cara paling murah untuk bepergian selama di Eropa, karena tidak harus keluar uang.

Caranya berdiri di tepi jalan, dan acungkan ibu jari setiap ada mobil muncul.

Jika ada yang berhenti dan bersedia mengangkut, maka Anda beruntung. Apalagi jika orang itu
baik dan bukan seorang pembunuh psikopat.

Namun jika sedang sial, tak ada mobil yang berhenti.

Menurut Kepnes, nebeng di Eropa itu lebih aman daripada yang diperkirakan. Namun, dia tetap
menyarakan agar traveller menggunakan naluri dan logika, agar tidak nebeng orang yang salah.

Gaya Liburan Rian DMasiv Ala Backpacker

Alasan Untuk Berlibur ke Eropa di Tahun Kabisat

Coba Tantangan Ini Untuk Menabung Ongkos Liburan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved