Tren Wisata

Inilah 6 Tren Wisata Dunia di Tahun 2020, dan Peluangnya Bagi Industri Pariwisata Indonesia

Beberapa tren wisata dunia pada tahun 2020 ini merupakan peluang bagi para pelaku usaha wisata di Indonesia.

Inilah 6 Tren Wisata Dunia di Tahun 2020, dan Peluangnya Bagi Industri Pariwisata Indonesia
Instagram/parekraf_ri
Kapal wisata di perairan sekitar Labuan Bajo. 

Tahun Baru biasanya didominasi berita prediksi sesuatu yang muncul selama setahun ini di Dunia. Media massa mengemasnya dengan nama tren.

Isinya bukan sekadar prediksi asbun, namun melihat kecenderungan yang terjadi sebelumnya.

Uniknya, beberapa tren wisata dunia pada tahun 2020 ini merupakan peluang bagi para pelaku usaha wisata di Indonesia.

Maka, mengutip dari Evening Standard, inilah yang akan menjadi tren dalam industri wisata di tahun 2020.

1. Wisata ramah lingkungan
Pada tahun ini diperkirakan permintaan akan wisata rama lingkungan (eco travel) akan meningkat.

Asumsi ini berdasarkan sebuah survei yang dilakukan laman Booking.com, yang hasilnya menyatakan bahwa 76 persen pelancong muda memilih jenis transportasi yang lebih ramah lingkungan setelah tiba di destinasi.

Dengan kata lain, kalangan Generasi Z akan memilih bus atau kereta api sebagai transportasi lokal.

Inilah peluang bagi perusahaan otobus untuk mengalami peningkatan penumpang. Tentu saja diharapkan mereka menyiapkan armadadan pelayanan yang lebih baik dari sebelumnya.

Ilustras kereta api PT KAI
Ilustras kereta api PT KAI (Twitter/ Kereta Api Indonesia)

2. Teknologi akan berperan lebih besar
Menurut survei dari Booking.com lagi, 59 persen responden menyatakan mereka menginginkan teknologi membantu mereka dalam menentukan destinasi liburan.

"Tahun 2020 kita akan melihat semakin banyak aplikasi Artificial Intelligence (AI) menawarkan destinasi
yang harus dikunjungi, tempat menginap, dan aktivitas selama liburan berdasarkan kesukaan kita,
perjalanan sebelumnya, dan faktor terkait seperti cuaca dan popularitas," begitu bunyi hasil survei
tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved