Wisata Museum

Berkunjung ke Museum Ternyata Bisa Menurunkan Risiko Mati Muda Lho

Berkunjung ke museum dan teater sekali atau dua kali dalam setahun, membuat risiko mati muda lebih rendah 14 persen dibandingkan orang yang tidak.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota
Patung karya I Nyoman Nuarta yang menjadi spot foto favorit pengunjung Museum Nasional. 

Mau berumur panjang dan hidup lama di dunia ini? Salah satu caranya adalah sering-sering berwisata ke museum, galeri seni, dan menonton pertunjukan teater.

Pernyataan tersebut bukan asal omong, tapi hasil penelitian yang dilakukan oleh University College London (UCL).

Museum Kebaharian Jakarta sedang menyelenggarakan pameran Ragam Perahu Tradisional Nusantara pada 23 November sampai 22 Desember 2019.
Museum Kebaharian Jakarta sedang menyelenggarakan pameran Ragam Perahu Tradisional Nusantara pada 23 November sampai 22 Desember 2019. (Warta Kota)

Sebagaimana diwartakan CNN, menurut hasil riset itu, terlibat dalam aktivitas seni dan budaya, meski cuma hanya menjadi pemirsa di museum atau gedung teater beberapa bulan sekali, memiliki risiko meninggal dunia di usia muda 31 persen lebih rendah dari yang tidak.

Bahkan, berkunjung ke tempat-tempat seni itu sekali atau dua kali dalam setahun, risiko mati muda lebih rendah 14 persen dibandingkan orang yang tak pernah ke museum sama sekali.

Kesimpulan tersebut berdasarkan penelitian, terhadap 6.000 orang berusia 50 tahun ke atas di Inggris.

Penelitian itu awalnya hendak mencari tahu lebih dalam soal proses menua pada manusia.

"Selama ini kebiasaan merokok, minum minuman keras, dan berolahraga dianggap sebagai faktor utama dalam menentukan kesehatan dan masa hidup seseorang. Dan tidak ada yang menyangka bahwa aktivitas santai dan bersenang-senang ternyata juga berdampak baik bagi kesehatan dan usia panjang manusia," kata Daisy Fancourt, seorang peneliti di Departemen Ilmu Perilaku dan Kesehatan di UCL.

Sayangnya, menurut Fancourt yang terlibat dalam penelitian itu, nonton bioskop tidak termasuk dalam
aktivitas yang bisa menurunkan risiko mati muda itu.

Penelitian ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan partisipan pada tahun 2004 sampai 2005. Kemudian, selama 12 tahun para peneliti mengikuti perkembangan kesehatan partisipan melalui data yang terekam di National Health Service (NHS), alias BPJS-nya Inggris.

Penelitian ini fokus kepada kaitan antara kemampuan finansial, kesehatan, dan faktor sosial, untuk
menjelaskan hubungan partisipan dengan keterlibatan mereka dengan kesenian dan kebudayaan dan umur panjang.

Faktor finansial

Para peneliti kemudian menemukan, faktor ekonomi ternyata mempengaruhi keputusan seseorang untuk mengunjungi museum atau menyaksikan pentas teater atau opera. Besarnya sampai 9 persen.

Faktor pendidikan, sosial, keterlibatan dalam masyarakat, kesehatan mental, dan kemampuan bepergian secara mandiri juga berperan, sehingga seseorang memutuskan berkunjung ke museum.

Sementara, faktor waktu luang dan status pekerjaan tidak berpengaruh dalam keputusan itu.

Tahan stres

Kata Fancourt, terlibat dalam aktivitas seni bisa membantu seseorang lebih tahan terhadap stres, dan
membangun kreatvitas untuk beradaptasi dalam setiap situasi dan kondisi.

Selain itu, aktivitas kesenian itu menjadi modal seseorang berinteraksi dengan orang lain, alias memiliki
teman.

Memiliki teman berarti memiliki pendukung dan informasi dalam menghadapi stres. Selain itu teman membuat seseorang menjalani proses menua dengan bahagia.

Memiliki teman, dan melakukan kegiatan menyenangkan bersama-sama, berdampak positif dalam kesehatan seseorang.
Memiliki teman, dan melakukan kegiatan menyenangkan bersama-sama, berdampak positif dalam kesehatan seseorang. (Warta Kota/AC Pingkan Ulaan)

WHO

Hasil penelitian ini ternyata sejalan dengan hasil penelitian yang digagas oleh Badan Kesehatan PBB
(WHO), dan dipublikasikan pada awal tahun 2019.

Hasil penelitian WHO itu menyebutkan, terlibat dalam aktivitas seni budaya memberi dampak positif bagi
kesehatan.

Dua hasil penelitian tersebut seharusnya menjadi masukan bagi masyarakat, agar tidak meninggalkan
kegiatan kesenian dan budaya, sebab aktivitas tersebut bernilai penting bagi kesehatan.

Sayangnya, di Inggris pun minat masyarakat terhadap seni dan kebudayaan semakin berkurang.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved