Thamrin 10 Adalah Etalase Kuliner Nusantara

Pelaku UMKM dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang setara untuk bisa menjajakan dagangannya di Thamrin 10.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta kota/Joko Supriyanto
Pohon Natal yang terbuat dari botol air kemasan menghiasi di Food & Creative Park Thamrin 10 di Jalan MH Thamtin, Jakarta Pusat. 

Perumda Pasar Jaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemrpv DKI Jakarta, berencana menjadikan Thamrin 10 sebagai etalase kuliner Nusantara.

Pelaku UMKM dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang setara untuk bisa menjajakan dagangannya di lokasi tersebut.

Sejumlah pengujung tampak penaganan di Food & Creative Park Thamrin 10.
Sejumlah pengujung tampak penaganan di Food & Creative Park Thamrin 10. (Warta kota/Joko Supriyanto)

Direktur Utama Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan, setiap tiga bulan pihaknya selalu memperbaharui isi tenant yang ada di sana.

Saat ini sudah ada 54 tenant yang sudah menjajakan dagangannya di Thamrin 10, sejak diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Sabtu (21/12/2019) lalu.

Rotasi

“Tema dan tenantnya kami ubah setiap tiga bulan, agar pengunjung tidak jenuh,” kata Arief saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasar Jaya ke-53 di Thamrin 10, Senin (30/12/2019) petang.

Tidak hanya tenant, pihaknya juga akan menata dekorasi Thamrin 10, menyesuaikan dengan momentum yang tengah berlangsung.

Direktur Utama Pasar Jaya, Arief Nasrudin, saat memotong tumpeng dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Pasar Jaya ke-53 di Thamrin 10, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Kebonsirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019) petang.
Direktur Utama Pasar Jaya, Arief Nasrudin, saat memotong tumpeng dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Pasar Jaya ke-53 di Thamrin 10, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Kebonsirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2019) petang. (Warta Kota/ Fajar Al Fajri)

Seperti saat menjelang Hari Raya Natal kemarin, pihaknya membangun pohon Natal setinggi 10 meter dari material daur ulang, berupa plastik yang dikumpulkan oleh para pelajar di Jakarta.

“Kami mau memberikan pola-pola baru, termasuk tamannya pun nanti tematik,” ujarnya.

Thamrin 10, tambahnya, merupakan salah satu terobosan Pasar Jaya dalam mengembangkan bisnisnya.

Ubah dekorasi

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menata ulang dekorasi Thamrin 10 dengan Perayaan Imlek, Hari Raya Idul Fitri, dan sebagainya.

“Rotasi kami lakukan tiga bulan sekali, sehingga para pedagang bisa mendaftar ke kami, dan akan dikurasi secara profesional sehingga benar-benar mendapatkan sebuah kelayakan,” katanya.

Bagi pedagang yang mau berjualan di Thamrin 10, caranya cukup mudah, tinggal mengikuti beberapa persyaratan yang termuat di laman www.pasarjaya.co.id.

Saat ini, kata Arief, banyak pedagang makanan yang telah masuk daftar tunggu tenant di Thamrin 10.

“Semua kuliner Nusantara, nggak harus Jakarta saja karena kami nggak membatasi. Bagi mereka yang mau berusaha di Jakarta silakan mendaftar,” katanya.

Tak ada sewa

Thamrin 10 memang diperuntukkan sebagai tempat pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Saat ini, pihaknya tidak mematok harga sewa lapak yang ditempati pedagang.

Hanya saja, setiap pedagang diwajibkan mengikuti aturan, yakni bagi hasil dengan komposisi 80 persen untuk pedagang dan 20 persen untuk Pasar Jaya.

“Kalau 80:20 itu sebenarnya memberikan upaya agar mereka nggak terjebak dengan sewa. Misalnya mereka dapat Rp 1000, 20 persennya itu untuk biaya listriknya, biaya fasilitasnya gitu. Kami nggak ngambil sama sekali hal-hal yang sifatnya komersial di sini,” tandas Arief. (Fajar Al Fajri)

Thamrin 10, Tempat Makan, Tempat Nongkrong, Tempat berekspresi

Summarecon Mall Serpong Masih Gelar Program Diskon Lho

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved