Nusa Tenggara Timur, Destinasi Wisata Paling Bernilai Versi Lonely Planet

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinobatkan oleh Lonely Planet, sebagai destinasi yang paling bernilai untuk dikunjungi di tahun 2020.

Nusa Tenggara Timur, Destinasi Wisata Paling Bernilai Versi Lonely Planet
Instagram/thenewtourismterritory
Festival Kelabba Madja di Kabupaten Sabu-Raijua. 

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinobatkan oleh Lonely Planet, sebagai destinasi yang paling bernilai untuk dikunjungi pada tahun 2020.

NTT berada di urutan pertama dalam daftar penerbit buku panduan wisata terkemuka di dunia itu, mengalahkan Budapest (Hongaria), Madhya Pradesh (India), Buffalo (New York, Amerika Serikat), Azerbaijan, Serbia, Tunisia, Cape Winelanda (Afrika Selatan), Athena (Yunani, dan Zanzibar (Tanzania).

Kapal wisata di perairan sekitar Labuan Bajo.
Kapal wisata di perairan sekitar Labuan Bajo. (Instagram/parekraf_ri)

Menurut Lonely Planet, NTT menawarkan keindahan yang tiada tara, serta aktivitas liburan yang menyenangkan.

Dan, satu hal yang paling tak boleh diabaikan adalah, berlibur di NTT tak akan menguras kantong. Jangan protes dulu, Lonely Planet adalah perusahaan asal Australia, sehingga mereka menghitungnya dari daya beli masyarakat negeri kangguru itu.

Dalam artikel bertajuk Best in Travel 2020: Best Value, pujian Lonely Planet kepada NTT benar-benar selangit.

"Kawasan sering luput dari perhatian, dan menjadi hadiah bagi mereka yang berani meninggalkan Bali dan terus berjalan dan terus berjalan," tulis mereka.

Hal pertama yang menjadi kelebihan NTT, tulis mereka, adalah pantai-pantai perawan, warna laut yang bergradasi indah, hijaunya hutan yang menyegarkan, dan pemandangan bawah laut yang menakjubkan.

Perusahaan AS ini menyarankan pelancong yang ingin menyelam untuk menuju Pulau Alor, karena pemandangan bawah lautnya tak terperikan indahnya.

Sementara mereka yang menyukai pernak-pernik budaya bisa menuju Sumba dan Flores, karena akan menemukan kerajinan tenun yang masih asli.

Dan, yang pasti tak lupa disebutkan adalah hewan komodo, yang disebut-sebut sebagai satu-satunya reptil purba yang masih hidup.

"Tak ada kerumunan di Pulau Komodo, semenjak mereka memberlakukan program keanggotaan yang harganya mahal. Tujuannya untuk membatasi jumlah turis, dan melindungi populasi komodo. namun pelancong dengan anggaran terbatas masih bisa melihat hewan ini di Pulau Rinca," tulis Lonely Planet.

Pamor NTT sebenarnya tengah menanjak di kalangan wisatawan domestik pada tahun 2018 ke belakang.

Hanya saja, kenaikan tarif penerbangan di kuartal pertama tahun 2019, membuat kunjungan wisatawan domestik ke NTT melorot.

Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved