Saran dan Tips

7 Tips Menjaga Kesehatan Saat Liburan di Tempat Bersalju

Hanya saja, karena negara kita negara tropis, tentunya perbedaan iklim dan suhu udara ini perlu disiasati agar tubuh kita tetap sehat.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
visitnorway.com
Bangsa Sami di Norwegia terkenal sebagai peternak rusa kutub. Jangan lupa naik kereta salju yang ditarik rusa kutub saat berlibur ke Norwegia. 

Belakangan ini semakin banyak warga Indonesia yang menikmati liburan akhir tahun, dengan berwisata di tempat bersalju.

Dan semakin banyak juga biro wisata yang menawarkan paket wisata bermain salju. Mulai dari destinasi yang dekat-dekat saja, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Sampai ke tempat yang jauh di wilayah Skandinavia, tempat di bagian utara benua Eropa, berbatasan dengan Kutub Utara.

Berlibur ke daerah yang bersalju tentunya merupakan pengalaman yang seru dan penuh kenangan.

Hanya saja, karena negara kita negara tropis, tentunya perbedaan iklim dan suhu udara ini perlu disiasati agar tubuh kita tetap sehat.

Jangan sampai rencana bermain salju gagal gara-gara jatuh sakit.

Agar tak mengalami itu, simak dulu tips dari dr Santi, agar jangan sampai jatuh sakit saat berlibur ke tempat bersalju.

Saran dari dokter yang mengelola laman kenapayadok.com sangat mudah diikuti.

Inilah beberapa tips agar tetap sehat ketika berlibur ke daerah dingin atau bersalju :

1. Jaga asupan cairan.

Cuaca yang dingin seringkali membuat kita tidak merasa haus dan lupa minum. Akibatnya tubuh bisa terkena dehidrasi.

Untuk itu, bawalah botol minuman, bila perlu termos penghangat air agar minuman tetap hangat.

botol air minum
botol air minum (urbanoutfitters.com)

Pasang alarm untuk mengingatkan agar minum setiap 1 atau 2 jam. Dengan begitu kita tidak lupa untuk minum.

Saat berada di tempat dengan suhu dingin ekstrem, sebaiknya membatasi minuman yang mengandung kafein.

Pasalnya kafein dapat membuat pembuluh darah menyempit, sehingga tangan dan kaki akan terasa dingin.

Kafein juga memiliki efek diuretik, alias membuat kita sering buang air kecil, sehingga potensi terkena dehidrasi semakin besar.

Atur waktu untuk berkemih, atau buang air kecil. Kebiasaan menahan buang air kecil dapat menyebabkan infeksi pada saluran kemih atau timbulnya batu pada saluran kemih.

2. Jaga kelembaban kulit dan bibir.

Jangan lupa membawa krim pelembat kulit dan bibir. Dan tentu saja jangan lupa mengplikasikan pelembab kulit dan pelembab bibir tersebut.

Mandi berendam air panas memang menyenangkan dan nyaman, apalagi di tempat dingin.

mengoleskan pelembab di tangan.
mengoleskan pelembab di tangan. (Pexels)

Hanya saja, menurut dr Santi, berlama-lama mandi justru harus dihindari.

Atur agar suhu air untuk mandi tidak terlalu panas. Gunakan sabun mandi yang lembut tanpa pewangi, dan keringkan tubuh dengan handuk yang lembut, dan segera mengaplikasikan pelembab.

Aplikasikan juga pelembab setelah cuci tangan.

Pada saat berada di luar ruangan, kenakan tabir surya, walaupun Matahari tak tampak alias mendung.

Minum satu atau 2 gelas air lebih banyak dari biasanya.

3. Jaga tubuh agar tetap hangat dan kering.

Kenakan pakaian hangat yang berlapis-lapis, sehingga jika merasa kepanasan tinggal buka satu lapis.

Sebaiknya menggunakan pakaian yang cepat kering, karena tubuh yang basah baik oleh air maupun oleh keringat dapat membuat kita kedinginan. Segera ganti jika pakaian basah.

Selain jaket, diharuskan mengenakan topi yang menutupi telinga, dan syal untuk melindungi leher. Seharusnya dia mengenakan sarung tangan juga.
Selain jaket, diharuskan mengenakan topi yang menutupi telinga, dan syal untuk melindungi leher. Seharusnya dia mengenakan sarung tangan juga. (Pexels)

Kenakan topi yang menutupi telinga, syal, jaket, bila perlu jaket anti angin, sarung tangan, kaos kaki, dan sepatu dengan sol anti selip.

Berhati-hatilah dengan jalanan yang licin.

Bila perlu, ada beberapa alat yang bisa menghangatkan tubuh, yang dapat dimasukkan ke kantong jaket atau ke sepatu.

4. Makanlah makanan yang bergizi seimbang.

Senantiasa usahakan makan sayuran dan buah selain karbohidrat, protein, dan lemak.

Kenakan topi yang lebar, kacamata anti UV ketika berada di luar ruangan.

Paparan sinar ultraviolet (UV) yang dipantulkan oleh permukaan salju atau es (bisa juga permukaan air, permukaan pasir putih) dapat menyebabkan photokeratitis (ultraviolet keratitis) atau dikenal juga dengan snow blindness.

John Terry bersama istrinya Toni liburan di pegunungan Alpen
John Terry bersama istrinya Toni liburan di pegunungan Alpen (Instagram/johnterry.26)

Snow blindness adalah gangguan pada lapisan tipis permukaan bola mata, yaitu kornea dan konjungtiva, akibat paparan sinar ultraviolet yang berlebihan.

Karena ultraviolet tidak terlihat mata, seringkali kita tidak menyadari keberadaannya sampai munculnya gangguan, baik pada kulit (sunburn atau kulit yang terbakar) atau mata (snow blindness).

Gejala snow blindness biasanya muncul setelah 6 sampai 12 jam terpapar sinar ultraviolet.

Semakin banyak dan lama paparan sinar UV, semakin berat gejala yang dirasakan.

Gejalanya adalah nyeri, kemerahan pada mata, pandangan terasa kabur, mata berair terus menerus, terasa ada yang mengganjal, kelopak mata berkedut, bengkak, dan kemerahan, sensitif terhadap cahaya terang, dan sakit kepala,

Gejala-gejala ini biasanya akan hilang dengan sendirinya secara bertahap dalam 1 atau 2 hari.

Atasi gejalanya dengan :

●        Mengistirahatkan mata. Hindari sinar matahari. Bila memakai lensa kontak, lepas lensa kontak. Jangan mengucek mata.

●        Teteskan air mata buatan. Hindari obat tetes mata pereda nyeri.

●        Kompres mata dengan kompres dingin atau dengan kain basah dalam keadaan mata tertutup.

●        Bila perlu, minumlah pereda nyeri misalnya paracetamol.

●        Bila gejala belum hilang dalam 1 atau 2 hari atau semakin memburuk, konsultasikan dengan dokter mata.

Agar terhindar dari snow blindness, jika akan berada di bawah sinar matahari, walaupun mendung, selalu kenakan kacamata yang mempunyai kemampuan menghambat sinar UV dan kenakan topi yang bertepi lebar.

Ini 8 Saran Dokter Untuk Menjaga Kesehatan Saat Liburan di Musim Hujan dan Musim Dingin

 

5. Cukupi kebutuhan tidur.

Segeralah tidur jika waktu tidur tiba. Jika sulit tidur, kenakan penutup mata dan penutup telinga.

Bila perlu untuk mengatasi jetlag, konsultasikan kepada dokter untuk penggunaan melatonin.

Ilustrasi tidur dengan menggunakan sleeping mask.
Ilustrasi tidur dengan menggunakan sleeping mask. (wantitall.co.za)

6. Selalu aktif bergerak.

Jika memungkinkan, tetaplah berolahraga.

Jika tidak memungkinakan, setidaknya cobalah untuk selalu aktif bergerak. Aktif bergerak dapat membantu kita menghalau rasa dingin.

7. Bawalah obat-obatan yang biasa digunakan.

Siapkan obat dalam tas, dan pasang alarm pengingat waktu minum obat, agar tidak ada dosis obat yang terlupakan.

Obat hirup untuk asma sebaiknya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau.

Obat-obatan untuk penyakit ringan juga dapat dibawa untuk berjaga-jaga.

Ilustrasi obat asma
Ilustrasi obat asma (thenewdaily.com)
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved