Oleh oleh dari Jakarta

Jalan-jalan ke Jakarta, Pulangnya Jangan Lupa Bawa Oleh-oleh Batik Marunda

Namun, sekarang bisa kok bawa oleh-oleh batik dari Jakarta. Tepatnya Batik Marunda. Motif dan warnanya sangat khas metropolitan.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Janlika Putri
Batik Marunda kaya akan motif dan warna. 

Oleh-oleh baju batik biasanya dibawa orang yang baru pulang liburan ke Solo, Yogyakarta, atau Pekalongan.

Namun, sekarang bisa kok bawa oleh-oleh batik dari Jakarta. Tepatnya batik Betawi.

Batik Marunda kaya akan motif dan juga warna.
Batik Marunda kaya akan motif dan juga warna. (Warta Kota/Janlika Putri)

Kini Jakarta juga memiliki kerajinan batik yang khas, yag disebut Batik Betawi.

Batik ini identik dengan warna-warna cerah, serta motifnya khas dengan budaya Betawi banget, seperti
ondel-ondel atau tugu Monas.

Salah satu produsen batik Betawi adalah batik Marunda, yang bukan sekadar batik Betawi tapi memiliki
cerita yang menarik dan khas Jakarta sebagai kota metropolitan.

Batik Marunda adalah hasil dari tangan-tangan kreatif para perempuan warga Rusun Marunda, Jakarta Utara.

Meskipun terbilang bontot namun batik Marunda telah diakui oleh masyarakat, terutama dalam industri mode.

Kini di usianya yang ke-lima tahun, Batik Marunda telah bekerjasama dengan beberapa designer Ibu Kota.

Gusuran

Seperti sudah disebutkan tadi, batik Marunda ini punya cerita yang sangat khas urban dalam proses
kelahirannya.

Para ibu-ibu perajin Batik Marunda ini adalah korban penggusuran. Tadinya mereka tinggal di bantaran
Sungai Ciliwung.

Sehubungan permukiman mereka kena gusur proyek revitalisasi Sungai Ciliwung, maka oleh Pemerinta Provinsi DKI Jakarta mereka direlokasi ke Rusun Marunda.

"Daerah ini jauh dari pusat Jakarta. Biasanya para ibu ini menjadi buruh cuci di rumah-rumah besar (di
tempat yang dulu). Semenjak pindah nggak kerja lagi kerena jauh. Ke mana mana hanya mengandalkan suami," kata Irma Gamal Sinurat, selaku pembina Batik Marunda, mengungkapkan awal kelahiran Batik Marunda.

Maka para ibu ini diajari keterampilan membatik, sehingga mereka bisa memperoleh nafkah baru.

Irma Gamal Sinurat, pembina perajin Batik Marunda
Irma Gamal Sinurat, pembina perajin Batik Marunda (Warta Kota/Janlika Putri)
Para ibu yang bertugas membuat pola gambar motif dari Batik Marunda.
Para ibu yang bertugas membuat pola gambar motif dari Batik Marunda. (Warta Kota/Janlika Putri)

Batik Marunda batik urban

Kehadiran Batik Marunda membuat citra batik yang tadinya formal berubah. Batik juga bisa tampil dinamis.

Batik marunda tetap bernafaskan identitas batik meski dengan gaya modern. Pembuatannya masih melalui proses membubuhkan malam dengan canting, namun motifnya masa kini.

Secara sepintas, motif Batik Marunda menyerupai batik Betawi, namun Batik Marunda memiliki ciri khasnya.

"Batik ini mayoritas berwarna gelap seperti hitam, namun motifnya begitu kaya. Ikonik-ikonik Jakarta
seperti bangunan, hewan, atau tumbuhan menjadi motif yang menjadi ciri khas batik Marunda" kata Irma

Batik marunda juga diperkuat dengan kerja sama dengan para designer Ibu Kota. Maka dari itu tak
mengherankan ketika sudah menjadi busana, batik ini memiliki magnet keindahan yang mengagumkan.

Batik buatan ibu-ibu Rusun Marunda ini telah banyak muncul dalam berbagai acara fashion bergengsi di Jakarta.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved