Herjunot Ali Bidik Peluang Bisnis Makanan di Jepang dengan Soto Betawi Bang Rojak

Codafood dan Berbagi Kultur mengenalkan warisan budaya Indonesia dan memperlihatkan lewat pendekatan unik dan inovatif.

Herjunot Ali Bidik Peluang Bisnis Makanan di Jepang dengan Soto Betawi Bang Rojak
Instagram/codafood_id
Salah satu warga Jepang di jakarta yang mengikuti food tasting Codafood. 

Menyantap makanan Indonesia di luar negeri ibarat impian, sebab sangat jarang restoran yang khusus menyajikan masakan Nusantara di negara lain.

Padahal kuliner Indonesia banyak yang digemari oleh orang asing karena rasnya yang kaya. Misalnya sate, soto, nasi goreng dan gado-gado.

Herjunot Ali (kanan) dan Albert Christa (tengah) dalam jumpa pers PT Coda Pangan Sejahtera (Codafood) berkolaborasi dengan  BRBGKLTR (Berbagi Kultur), memperkenalkan kuliner khas Indonesia di kancah Internasional.
Herjunot Ali (kanan) dan Albert Christa (tengah) dalam jumpa pers PT Coda Pangan Sejahtera (Codafood) berkolaborasi dengan BRBGKLTR (Berbagi Kultur), memperkenalkan kuliner khas Indonesia di kancah Internasional. (Warta Kota/ Joko Supriyanto)

Fakta ini seharusnya menjadi peluang untuk membuka bisnis penganan Indonesia di pasar global.

Peluang inilah yang akan diraih  PT Coda Pangan Sejahtera (Codafood), sebuah platform bisnis makanan digital.

Mereka berkolaborasi dengan BRBGKLTR (Berbagi Kultur) untuk membantu Soto Betawi Bang Rojak membuka cabang di Jepang. Targetnya, restoran penganan Indonesia itu sudah beroperasi di kuartal pertama tahun 2020.

Berubah

Nantinya, brand (merek) soto ini berubah menjadi Soto Betawi Miyamoto. Perubahan brand ini adalah strategi untuk mendekati warga lokal, selain warga negara Indonesia yang sedang berkunjung ke Jepang.

CEO Codafood, Albert Christa, mengatakan dia melihat pontensi kuliner Indonesia di pasar luar negeri.

Industri kuliner Tanah Air harus beranjak dari pasar nasional ke pasar global, meskipun itu bukan hal mudah namun peluangnya menarik.

"Codafood memiliki visi memperkenalkan lebih banyak lagi ragam kuliner Tanah Air di luar negeri. Hal ini juga sejalan dengan visi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang menetapkan lima ikon kuliner sebagai makanan nasional Indonesia, dan selalu dibawa dalam setiap agenda promosi wisata," kata Albert Christa, Rabu (18/12/2019).

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved