LinkAja Tawarkan Liburan Mudah dengan Dompet Elektronik

Perlahan tapi pasti, dompet elektronik kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Produknya juga beragam, salah satunya adalah LinkAja.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Janlika Putri
Dari kiri-kanan: Arman Hazairin - Direktur Teknik LinkAja, Ikhsan Ramdan - Direktur Keuangan LinkAja, Danu Wicaksana - Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja - Direktur Operasi LinkAja, Edward Kilian Suwignyo - Direktur Marketing LinkAja 

Ketinggalan dompet di rumah saat berangkat ke tempat kerja rasanya seperti nyaris kiamat, karena sudah pasti gerak kita jadi terbatas.

Bagaimana jika dompet itu tertinggal di rumah saat kita ke luar kota? Apalagi dalam perjalanan liburan. Waduh, sudah pasti liburan langsung gagal.

Untuk menghindari liburan gagal karena dompet ketinggalan, ada baiknya punya dompet cadangan berupa dompet elektronik (e-wallet).

Sekarang semakin banyak pilihan dompet elektronik, sehingga membawa uang tunai atau kartu ATM terlihat seperti zaman kuno sekali.

Perlahan tapi pasti, dompet elektronik kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari masyarakat. Produknya juga beragam, salah satunya adalah LinkAja.

Sejak mendapatkan surat izin dari Bank Indonesia pada 21 Februari 2019, LinkAja lahir sebagai perusahaan penerbitan uang elektronik, dan penyelengara layanan keuangan digital berbadan hukum.

Meskipun usianya masih seumur jagung, LinkAja mengalami perkembangan yang signifikan.

Dengan merangkul beragam pihak, seperti pemerintahan pusat dan pemerintah daerah, BUMN, dan berbagai perusahaan swasta, LinkAja semakin memperluas penggunaan uang elektronik.

LinkAja ibarat dompet praktis yang bisa dibawa ke manapun. Hanya dengan membawa smartphone (ponsel pintar), transaksi apapun dan di manapun menjadi lebih praktis.

Saat bepergian, uang elektronik pun meminimalisir barang bawaan.

Armand Hazairin selaku Direktur Teknik LinkAja, mengatakan bahwa transaksi menggunakan metode ini sangat mempermudah liburan

"Dengan LinkAja bisa bayar transportasi publik, beli pulsa, bayar tagihan, BBM dan lainnya. Jadi tidak akan dibuat ribet oleh kartu atau dompet yang tertinggal. Cukup dengan bawa hape (ponsel) kemana saja, perjalanan jadi nyaman" ujar pria berkacamata itu di acara jumpa pers LinkAja (17/12).

Arman Hazairin - Direktur Teknik LinkAja.
Arman Hazairin - Direktur Teknik LinkAja. (Warta Kota/Janlika Putri)

Luar Jawa

Armand memastikan bahwa LinkAja bisa digunakan saat liburan di luar Pulau Jawa.

Perkembangan LinkAja di tahun 2019 ini menunjukkan, hampir 82 persen pengguna LinkAja tersebar di luar Ibu Kota, seperti di Sumatra dan Sulawesi.

Kebiasaan masyarakat bertransaksi tunai memang tak bisa ditinggalkan begitu saja, terutama di tempat yang masik pelosok.

Namun menutup tahun ini, LinkAja telah bekerja dengan beberapa pasar tradisional yang ada di Indonesia. Para pedagang yang telah dirangkul dan diedukasi oleh LinkAja, sehingga melek teknologi.

"Sekarang ke pasar tradisional pun sudah bisa belanja tanpa bawa dompet. Seperti di pasar Yogyakarta. Jika ke sana bisa beli sayur dengan hanya membawa hape," ujar Armand.

LinkAja memberikan kemudahan akses terhadap pembayaran elektronik, sebab dompet digital ini memiliki akses cash in kepada masyarakat di lebih dari 700.000 titik pada akhir 2019. Baik berupa bank channel, modern retail, hingga layanan keuangan digital.

Bagaimana pembaca warta kota? Sudah berani tak membawa dompet di liburan kali ini? Tapi jangan lupa bawa ponsel ya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved