Wisata di Bogor

Menjelajah Oasisnya Kota Hujan, Kebun Raya Bogor

Ada banyak tempat yang wajib disinggahi di Kebun Raya Bogor, seluas 87 hektar itu.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Jalinka Putri
Komplek pemakaman Belanda yang sudah ada sebelum kebun raya Bogor berdiri. 

Di danau ini, bila sedang musim teratai berbunga, akan didominasi warna merah muda.

Pada saat saya ke sana, kebanyakan teratainya masih kuncup. Namun ada beberapa yang mekar dengan cantik.

Tempat penyewaan sepeda bagi pengunjung yang ada di Kebun Raya Bogor
Tempat penyewaan sepeda bagi pengunjung yang ada di Kebun Raya Bogor (Warta Kota/Jalinka Putri)

Istana Kepresidenan

Sambil berjalan menyusuri Danau Gunting, tampak pula kemegahan Istana Kepresidenan Bogor.

Hanya saja, pengunjung tak bisa sembarangan masuk ke sana.

Istana Kepresidenan Bogor dilihat dari Danau Gunting.
Istana Kepresidenan Bogor dilihat dari Danau Gunting. (Warta Kota/Jalinka Putri)

Namun, ada satu spot di Danau Gunting yang sangat pas bagi pengujung berfoto ria dengan berlatar belakang Istana Presiden.

Dan di sisi inil terdapat prasasti sosok terpenting KRB, Georg Karl Reinwardt. Dia seorang ahli Botani Jerman yang mendirikan kebun raya Bogor.

Tak jauh dari sana terdapat kompleks pemakaman Belanda. Dari keterangan yang dituliskan pada sebuah papan, komplek pemakaman ini sudah ada sebelum KRB berdiri.

Kompleks pemakaman Belanda yang sudah ada sebelum Kebun Raya Bogor berdiri.
Kompleks pemakaman Belanda yang sudah ada sebelum Kebun Raya Bogor berdiri. (Warta Kota/Jalinka Putri)

Bentuk nisan dan ornamennya sangat menarik untuk diamati. Berada di sini mengingatkan saya akan Museum Taman Prasasti yang berada di Jalan Tanahabang 1.

Dari kompleks pemakaman ini, saya menemukan Taman Bambu. Di sini terdapat instalasi bambu berukuran besar, dan saya merasakan sensasi menyusuri terowongan yang terbuat dari jalinan bambu.

Saking banyaknya obyek yang bisa dikunjungi, serta luasnya KRB ini, tak terasa jam sudah menunjukan tengah hari.

Sudah hampir semua obyek luar ruang telah saya datangi. Seperti jembatan gantung, Taman Meksiko, taman-taman yang ada di sana, dan juga berbagai jenis tumbuhan.

Griya Anggrek

Lelah berjalan-jalan di luar ruangan membuat saya ingin merasakan suasana indoor. Maka mampirlah saya  ke Griya Anggrek, yakni rumah kaca yang isinya tanaman anggrek semua.

Di sana ada banyak anggrek hutan yang pasti bakal bikin pencinta anggrek kegirangan.

Jangan tanya jenisnya apa saja, karena saya tak begitu paham. Yang pasti ada banyak.

Di Griya Anggrek ini juga menjual bibit anggrek bagi pengujung yang ingin membeli buah tangan. Harganya mulai dari Rp 10.000, tergantung ukuran dan jenisnya.

Griya Anggrek di Kebun Raya Bogor.
Griya Anggrek di Kebun Raya Bogor. (Warta Kota/Jalinka Putri)

Kerangka paus biru

Kemudian tujuan terakhir saya hari itu adalah Museum Zoologi. Disini terdapat berbagai hewan yang diawetkan. Mulai dari mamalia hingga serangga bisa dilihat dalam bentuk aslinya.             

Salah satu koleksi favorit tempat ini adalah sebuah kerangka utuh dari makhluk hidup terbesar di dunia, yakni paus biru.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved