Wisata di Bogor

Menjelajah Oasisnya Kota Hujan, Kebun Raya Bogor

Ada banyak tempat yang wajib disinggahi di Kebun Raya Bogor, seluas 87 hektar itu.

Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Jalinka Putri
Komplek pemakaman Belanda yang sudah ada sebelum kebun raya Bogor berdiri. 

Saat melewati tangga ini haruslah waspada terhadap barang bawaan pribadi. Ada baiknya bila menggunakan tas ransel digendong di depan dada. Disini banyak sekali tangan-tangan lihai yang berusaha mencopet benda milik kita.

Setelah lolos dari kerumuan itu, saya naik angkot 02 di depan Bank BJB di samping Taman Topi.

Angkot 02 ini mengantarkan ke tepat ke tujuan saya, Kebun Raya Bogor (KRB). 

Jarak menuju ke sana tak terlalu dari titik saya naik angkot, sehingga perjalanannya hanya kurang lebih lima menit bila jalanan lancar.

Waktu yang tepat

Apalagi rute angkot ini seperti mengelilingi pagar KRB. Dari dalam angkot saya dapat melihat beberapa pemandangn kebun raya. Sopir angkot  mengatakan,  jam yang saya pilih adalah waktu yang tepat untuk berkujung.

“kalo siang-siang pasti nggak akan cukup waktunya. Nanti keburu tutup atuh. Sudah  gitu mah panas kalo siang, tapi sering hujan tiba-tiba  ” ucapnya dengan logat Sunda kental.

“Turunnya di sini yah. Nanti tinggal nyebrang ke situ. itu pintu masuknya yang  gede,” kata sopir angkot 02 tersebut, saat menurunkan saya tepat di bawah tulisan Jalan Surya Kencana. Dari sana saya menyeberang ke pintu masuk KRB.

Sebenarnya ada beberapa pintu masuk untuk menuju tempat wisata ini, namun pintu utara ini adalah pintu utamanya.

Di sana ada papan petunjuk bewarna biru, yang mengarahkan pengujung ke bangunan dengan dua patung singa berwarna hitam di depannya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved