Memperkecil Kerugian dengan Asuransi Perjalanan

Jika tak bisa menghindar dari musibah, kita masih bisa memperkecil risikonya, terutama dalam hal kerugian biaya, dengan membeli asuransi perjalanan.

American Tourister, Delsey
Ilustrasi travelling 

1. Penyakit dan aktivitas yang tidak ditanggung
Biasanya produk asuransi perjalanan sudah menanggung biaya perawatan medis darurat, pengobatan secara umum, perjalanan dari lokasi kecelakaan ke rumah sakit menggunakan ambulans atau helikopter, evakuasi ke Indonesia, perawatan luka akibat kecelakaan kecuali akibat dari aktivitas yang tidak ditanggung.

Karena itu, sebelum membeli produk asuransi perjalanan pelajari dulu klausul tentang penyakit dan
aktivitas yang tidak mendapat pertanggungan. Misalnya, apakah cedera akibat bermain ski ditanggung dalam polis.

Penyakit akibat wabah virus dan bakteri yang sedang berjangkit di destinasi biasanya juga tidak
ditanggung. Karena itu, sebelum berangkat ada baiknya melakukan vaksinasi untuk mencegah terjangkit penyakit.

Suasana di salah satu rumah sakit di Malaysia.
Suasana di salah satu rumah sakit di Malaysia. (Warta Kota/Aloysius Sunu Dirgantoro)

2. Penyakit kronis dan hamil
Pengidap penyakit kronis dan perempuan hamil biasanya sulit membeli polis asuransi perjalanan reguler. Namun bukan berarti menutup-nutupi kondisi itu dengan berbohong saat membeli polis.

Soalnya, pihak asuransi bisa tak membayar klaim jika pihak tertanggng ketahuan bohong.

Sebaiknya Anda menanyakan ke perusahaan asuransi, apakah mereka memiliki produk yang menanggung perawatan untuk penyakit kronis yang kambuh saat berlibur.

3. Pertanggungan untuk kehilangan dan kerusakan
Bagasi hilang dalam perjalanan, atau menjadi korban kecopetan adalah hal yang sudah umum terjadi.

Kedua hal tersebut biasanya termasuk yang ditanggung oleh asuransi. Namun ada baiknya klausul soal itu dipelajari lagi. Terutama soal benda apa saja yang bisa mendapat penggantian.

Selama ini, klausul tersebut mencakui penggantian untuk benda elektronik, termasuk ponsel pintar, kamera, dan komputer; bagasi dan benda pribadi termasuk pakaian, peralatan mandi dan kosmetik, serta obat; perhiasan; uang tunai; dan alat olahraga termasuk sepeda, papan selancar, dan peralatan mendaki gunung.

Namun ada juga klausul yang mengatur nilai barang yang bisa memperoleh ganti rugi.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved