Wisata Kepulauan Seribu

Ada "Pulau Reggae" di Kepulauan Seribu

Bicara tentang santai dan pantai, di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, ternyata terdapat satu pulau yang dinamakan "Pulau Reggae".

Sudin Parbud Kepulauan Seribu
Panorama keindahan Pantai Perawan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. (Sudin Parbud Kepulauan Seribu). 

Reggae adalah aliran musik asal Jamaika yang muncul sejak tahun 1960-an, dan dipopulerkan oleh mendiang Bob Marley bersama band-nya saat itu, The Wailers.

Di Indonesia, musik reggae berkembang cukup pesat. Tercatat, ada beberapa musisi reggae Indonesia yang namanya berkibar dan memiliki basis penggemar yang kuat.

Pantai Perawan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Pantai Perawan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. (Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu.)

Sebut saja Imanez, Tony Q Rastafara, Shaggy Dog, Souljah, hingga Steven n Coconut Treez.

Selain tentang paham Rastafari dan rambut gimbal, reggae juga identik dengan santai dan pantai.

Hal itu tergambar jelas melalui sejumlah karya lagu musisi reggae dalam negeri. Misalnya saja lagu "Anak Pantai" dari Imanez atau karya berjudul "Lagu Santai" yang dibawakan Steven n Coconut Treez.

Bicara tentang santai dan pantai, di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, ternyata
terdapat satu pulau yang dinamakan "Pulau Reggae".

Akan tetapi, sebutan itu bukan nama resmi melainkan julukan yang disematkan oleh penggemar musik reggae kepada salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yakni Pulau Pari.

"Sekarang Pulau Pari sudah disebut sebagai Pulau Reggae," ujar Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Suku Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, kepada Warta Kota Travel, di kantornya, Jalan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Sebutan "Pulau Reggae" untuk Pulau Pari tak terlepas dari upaya pemerintah Kepulauan Seribu dalam
mempromosikan wisata ke gugusan pulau di Teluk Jakarta itu.

Demi menggenjot kunjungan turis ke Kepulauan Seribu, sepanjang tahun 2019 pemerintah setempat mengadakan beragam event.

Mulai dari event yang berbasis komunitas, maupun event seni musik, budaya, hingga event olah raga.

Festival Reggae

"Karena keterbatasan wewenang dan anggaran yang ada, kita memang lebih fokus promosi melalui event-event. Dari event itu kan nanti banyak aktivitas social media, banyak berita dari mulut ke mulut yang akan disampaikan," kata Cucu.

Untuk event musik, pada tanggal 9 Maret 2019 digelar acara bertajuk Seribu Islands Reggae Festival di
Pulau Pari.

Saat itu, pemerintah setempat berhasil menggaet musisi reggae kenamaan Tanah Air untuk tampil. Di
antaranya Tony Q Rastafara (yang dijuluki Presiden Reggae Indonesia), Ras Muhamad, The Ikan Bakar, Jumat Sabtu, hingga Andreggae.

Acara tersebut dibuka secara gratis. Pengunjung cuma perlu mengeluarkan kocek untuk penyeberangan menuju Pulau Pari, yakni Rp 90.000 dengan menumpang kapal dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Karang (p/p), atau Rp 300.000 naik speed boat dari Dermaga Marina Ancol (p/p).

Virgin Beach di Pulau Pari dilihat dari atas.
Virgin Beach di Pulau Pari dilihat dari atas. (Sudin Parbud Kepulauan Seribu)

Menurut Cucu, pentas musik reggae itu sukses besar karena berhasil menggaet ribuan orang untuk datang ke Pulau Pari.

"Kita baru tahu, ternyata penggemar musik reggae itu sangat fanatik. Mau di mana pun idolanya manggung, pasti diikutin," kata Cucu.

Sejak saat itu pula, Pulau Pari melekat dengan sebutan "Pulau Reggae".

Pada 12 Oktober 2019 yang lalu, giliran Pulau Kelapa menjadi tuan rumah panggung musik bertajuk Festival Seribu Utara.

Pentas musik gratis itu diinisiasi oleh Karang Taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan
Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, demi meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendongkrak perekonomian warga setempat

Pengunjung yang datang dari luar Kepulauan Seribu ada yang memilih berkemah atau menginap di homestay sekitar Pulau Kelapa.

Ketika itu, ribuan penonton juga larut dalam lagu-lagu yang dinyanyikan Tony Q Rastafara, Santri Rock,
Jalie Gimbs dan PMR.

Pada bulan Maret 2020, kata Cucu, pihaknya berencana kembali menggelar Seribu Islands Reggae Festival di Pulau Pari.

Untuk penampil, saat ini pemerintah Kepulauan Seribu tengah melakukan penjajakan dengan sejumlah ikon reggae dalam negeri. Antara lain Souljah, Tony Q Rastafara, hingga Tipe-X.

"Festival musik seperti ini akan terus kita lakukan ke depan," tandas Cucu.

Mau Liburan ke Pulau Seribu? Ini Pilihan Biayanya

Bukan Bali, Kepulauan Seribu Akan Ditata Serupa Maldives dan Phuket

Pulau Seribu Targetkan 1 Juta Wisatawan dalam 1-2 Tahun ke Depan

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved