Kepulauan Seribu Bali Baru

Pulau Seribu Targetkan 1 Juta Wisatawan dalam 1-2 Tahun ke Depan

Orang Jabodetabek aja hanya 30 persen yang tahu tentang Kepulauan Seribu. Target satu-dua tahun ke depan jumlah wisawatan mencapai 1 juta per tahun.

Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu
Keindahan Pulau Tidung di Kepulauan Seribu, tampak dari udara. 

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, stagnan di angka 800.000-an pertahun.

Bandingkan, misalnya, dengan kunjungan wisawatan ke Bali yang mencapai sekitar 6 juta orang pertahun.

Pemandangan jembatan cinta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, tampak dari udara. (Sudin Parbud Kepulauan Seribu).
Pemandangan jembatan cinta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, tampak dari udara. (Sudin Parbud Kepulauan Seribu). (Sudin Parbud Kepulauan Seribu)

Berdasarkan data Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu, sepanjang tahun 2016 jumlah wisawatan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu adalah 834.544 orang.

Lalu pada tahun 2017, wisatawan yang berlibur ke Kepulauan Seribu tercatat meningkat sedikit menjadi 879.360 orang.

Sedangkan pada tahun 2018, kunjungan wisawatawan ke gugusan pulau di Teluk Jakarta itu justru menurun menjadi 800.390 orang.

Pengaruh tsunami

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia, mengatakan, penurunan jumlah kunjungan saat itu turut dipengaruhi kejadian tsunami Banten pada 22 Desember 2018.

Pasalnya, Kepulauan Seribu yang biasanya ramai dikunjungi traveller pada akhir tahun, praktis menurun drastis akibat kejadian itu. Meski sebenarnya Kepulauan Seribu tidak terdampak langsung tsunami.

"Kejadian itu sangat berpengaruh sekali terhadap kunjungan wisawatan ke Kepulauan Seribu. Karena walau enggak terdampak langsung, orang jadi takut," kata Cucu saat berbincang dengan Warta Kota Travel di kantornya, Jalan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Kurang dikenal

Cucu mengakui jumlah rata-rata kunjungan wisawatan ke Kepulauan Seribu masih di bawah harapan. Salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya promosi.

"Saat ini masih jomplang antara kunjungan saat weekend (akhir pekan) dan weekday (hari kerja). Kalau weekend mungkin sekarang susah ya cari penginapan karena memang sudah penuh. Tapi kalau weekday masih sangat kurang," katanya.

Dia menyampaikan, jangankan wisawatan luar negeri. Orang Jakarta saja masih banyak yang tidak mengenal Kepulauan Seribu.

"Hasil survei kami tahun 2018, ternyata kelemahan Kepulauan Seribu itu masih kurang banget promosinya. Enggak usah cerita orang daerah, enggak usah cerita orang luar negeri. Orang Jabodetabek aja hanya 30 persen yang tahu tentang Kepulauan Seribu," ungkapnya.

"Mereka tahu Kepulauan Seribu, tapi ketika ditanya detail berapa harga ke Kepulauan Seribu, apa saja yang bisa dinikmati di sana, nama-nama pulaunya apa, yang tahu cuma 30 persen. Itu makanya kita fokus dulu di market Jabodetabek untuk satu-dua tahun ke depan," kata Cucu.

Untuk tahun 2019 ini, Cucu menargetkan jumlah kunjungan wisawatan masih di angka 800.000-an orang.

Menurut dia, saat ini wisata Kepulauan Seribu masih dalam proses recovery pascakejadian tsunami Banten.

Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu. (Warta Kota/ Gopis Simatupang)

Bali Baru

Pada tahun 2016, pemerintah menetapkan Kepulauan Seribu sebagai salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), atau kerap disebut sebagai "Bali Baru".

Sejak dicanangkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat untuk memoles wajah Kepulauan Seribu menjadi lebih cantik.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved