Hotel di Singapura

Raffles Hotel Singapura Bukan Sekadar Hotel

Mendengar namanya saja, banyak orang langsung membayangkan Singapura, karena kata Raffles mengingatkan kepada Sir Thomas Stamford Raffles.

www.raffleshotel.com
Raffles Hotel Singapura 

Meski begitu, bangunan bergaya Victoria, yang sarat dengan adaptasi iklim tropis Singapura, itu memang seperti memiliki daya magis yang membawa orang ke masa kolonial Inggris di Asia.

Serambi beratap (cloister) bergaya arsitektur Romanesque, dengan lantai pualam putih, adalah
salah satu "lorong ajaib" tersebut.

"Portal" lainnya adalah 115 kamar di hotel ini. Maaf, lebih tepatnya suite.

Saat masuk ke kamarnya, tamu tak langsung melihat tempat tidur melainkan ruangan semacam
beranda.

Ruangan berikutnya adalah ruang tamu sekaligus ruang makan. Ruangan paling belakang barulah
kamar tidur dan kamar mandi.

Meski pun hotel ini berkali-kali melakukan renovasi, pemilik hotel ini, sekarang dimiliki
Katara Hospitality, tetap mempertahankan interior neoclassic.

Steve King masih menemukan tombol lampu dari kuningan, kipas angin yang terpasang di langit-
langit, lampu keramik dari awal tahun 1900-an masih ada di sana.

Suite di Raffles Hotel Singapura.
Suite di Raffles Hotel Singapura. (www.raffleshotel.com)

Singapore sling

Namun membicarakan Raffles Hotel bukan hanya soal kamar, arsitektur, dan daya pikat masa lalu.
Sebuah minuman koktil bernama Singapore Sling juga selalu dikaitkan dengan hotel ini.

Singapore Sling memang lahir di Raffles Hotel, tepatnya di Long Bar, pada tahun 1915.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved