Bus Berperangkat Lengkap di Bandara Soetta, Pusat Komando Jika Terjadi Insiden

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang meluncurkan mobile commando post (MCP), atau pos komando bergerak.

Warta Kota/Andika Panduwinata
mobile commando post Bandara Soekrno Hatta 

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang meluncurkan mobile commando post (MCP), atau pos komando bergerak.

MCP ini diluncurkan dalam rangka mengedepankan profesionalitas kerja serta keamanan lingkungan bandara.

mobile commando post Bandara Soeharno Hatta
mobile commando post Bandara Soeharno Hatta (Warta Kota/Andika Panduwinata)

MCP merupakan kendaraan khusus, yang berfungsi sebagai pusat penanggulangan darurat bergerak terpadu.

Kendaraan ini bekerja sebagai pusat distribusi informasi, komando, komunikasi, dan koordinasi ketika terjadi situasi darurat di lapangan, seperti insiden di gedung bandara atau kecelakaan pesawat.

Hal tersebut diutarakan langsung oleh Febri Toga Simatupang, selaku Executive General Manager Branch Communication & Legal, Bandara Internasional Soekarno- Hatta.

Dia menjelaskan MCP di Bandara Soekarno Hatta telah sesuai dengan standar regulasi International Civil Aviation Organization (ICAO), serta regulasi National Aviation.

“Mobile command post ini bekerja seperti crisis centre yang dapat berfungsi sebagai pusat komando, komunikasi dan koordinasi terpadu, apabila terjadi situasi darurat di lapangan seperti kecelakaan pesawat,” ujar Febri kepada Warta Kota, Minggu (17/11/2019).

Kategori 9

Menurut Febri, standar Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) mengharuskan bandara dengan kategori PKP-PK 7 hingga 10 wajib memiliki fasilitas pos komando bergerak.

“Karena Bandara Soekarno-Hatta saat ini sudah mencapai kategori PKP-PK ke 9, sudah seharusnya mobile commando post dipersiapkan," ucapnya.

Febri menyatakan, ketika dalam suatu keadaan mengharuskan MCP untuk dikerahkan, maka perwakilan dari pihak terkait akan berkumpul di MCP.

Artinya, apabila terjadi insiden maka MCP diterjunkan mendekati lokasi kejadian. Hal ini tentunya memudahkan koordinasi karena dapat memantau langsung kejadian.

"Ketika dalam keadaan darurat maka perwakilan dari komandan kecelakaan penerbangan, pemadam kebakaran, komando satuan keamanan, koordinator kesehatan, koordinator transportasi serta kepala forensik akan berkumpul untuk stand by di MCP," kata Febri.

MCP milik Bandara Soetta ini berbentuk bus yang dilengkapi fasilitas dan sarana kerja untuk menunjang kinerja perwakilan terkait. Di antaranya perangkat komunikasi mutakhir dan ruang rapat berpendingin udara.

"MCP ini hanya dapat ditempatkan di lapangan ketika terjadi keadaan darurat sungguhan atau latihan berskala penuh," ungkapnya. (*/ Andika Panduwinata)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved